Pencarian

Satgas PRR Fokuskan Mitigasi Bencana Susulan di Tiga Provinsi Sumatera, Sinkhole 85 Meter Jadi Prioritas

Senin, 15 Juni 2026 • 18:09:01 WIB
Satgas PRR Fokuskan Mitigasi Bencana Susulan di Tiga Provinsi Sumatera, Sinkhole 85 Meter Jadi Prioritas
Tim Satgas PRR dan BPJN Aceh melakukan inspeksi di Jembatan Enang-Enang untuk mitigasi bencana susulan.

SULAWESI SELATAN — Tim Satgas PRR Aceh bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan PT Hutama Karya melakukan inspeksi langsung ke kawasan Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Jumat (12/6). Mereka juga meninjau area tanah amblas di Kampung Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Dua lokasi ini dinilai memiliki risiko lanjutan yang tinggi pascabencana.

Jembatan Enang-Enang: Akses Vital yang Terputus

Di kawasan Tajuk Enang-Enang, Jalan Raya Bireuen-Takengon, tepatnya jalur Simpang Lancang, akses masyarakat sempat terputus total. Jalan ini merupakan urat nadi bagi warga Gayo dan pesisir utara Aceh untuk mobilitas dan distribusi hasil pertanian. Kerusakan terjadi akibat longsoran dinding tebing dan banjir bandang yang menerjang badan jalan serta jembatan.

Warga setempat telah membuka akses darurat secara swadaya sehingga kendaraan roda dua dapat melintas terbatas. Namun, BPJN Aceh mengingatkan jalur tersebut masih sangat berbahaya. "Kondisi tanah labil, medan curam, minim penerangan, dan fondasi jembatan eksisting yang patah serta miring membuat jalur ini berisiko tinggi," tulis Satgas PRR dalam siaran pers, Senin (15/6/2026).

Satgas PRR menilai penanganan di Enang-Enang tidak bisa sekadar membuka akses sementara. Diperlukan pendekatan kehati-hatian berbasis kajian teknis dan geologi. Koordinasi antara BPJN, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan pemerintah daerah tengah diperkuat untuk menangani jalan, jembatan, tebing, dan aliran sungai secara terpadu.

Untuk solusi jangka panjang, pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan shortcut yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027. Sambil menunggu proyek permanen itu, BPJN Aceh melalui Satker Wilayah 3 melakukan pemeliharaan jalan alternatif pengganti Jembatan Enang-Enang untuk menjaga konektivitas lintas tengah menuju Takengon.

Sinkhole 85 Meter di Aceh Tengah: Ancaman Meluas ke Danau Laut Tawar

Fenomena tanah amblas di Kampung Pondok Balek menjadi perhatian serius karena ukurannya yang masif. Berdasarkan data sementara BPJN, lubang sinkhole diperkirakan memiliki kedalaman mencapai 85 meter dengan luas sekitar 3 hektare. Dampaknya sudah terasa: lahan pertanian warga rusak dan hilang, tower listrik amblas, dan akses jalan di sekitar lokasi terputus.

"BPJN dan PT Hutama Karya menyampaikan struktur tanah di area sinkhole didominasi material bekas abu vulkanik dan hampir tidak berbatu. Kondisi tersebut membuat material bawah tanah lebih mudah terkikis, terutama saat curah hujan tinggi dan dipengaruhi aktivitas gempa," jelas Satgas PRR.

Arah pelebaran sinkhole yang sebelumnya menuju hulu Sungai Peusangan kini terpantau bergerak ke arah Danau Laut Tawar. Satgas PRR menekankan perlunya pemantauan harian, pembaruan rambu peringatan, serta pembatasan akses warga ke zona berbahaya sebagai langkah mendesak. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat longsoran susulan atau perluasan lubang amblas.

Upaya mitigasi yang diperkuat ini merupakan bagian dari strategi pemulihan pascabencana yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada keselamatan warga dan ketahanan wilayah dalam jangka panjang. Satgas PRR memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera akan terus berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kajian ilmiah.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks