SULAWESI SELATAN — Kristoforus Aman alias Itok Aman (32), pemilik agen travel Labuan Bajo Top, ditangkap polisi di Desa Ketang, Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Pria yang memburu turis asing dengan paket wisata fiktif itu diringkus tim Resmob Satreskrim Polres Manggarai Timur pada Senin (19/10) sore setelah buron sejak Agustus. Penangkapan menjadi pukulan bagi bisnis tur di Labuan Bajo yang belakangan ternoda ulah oknum agen travel.
Penangkapan berlangsung di jalan raya. Polisi berpakaian preman memiting tubuh Itok Aman yang hanya mengenakan celana pendek hitam tanpa baju, lalu menelungkupkannya di aspal. Tangan pria itu diborgol sebelum diangkat petugas.
Rekaman lain memperlihatkan Itok Aman sudah berada di dalam mobil dengan mata ditutup lakban hitam. Tangannya tetap diborgol selama perjalanan menuju Labuan Bajo.
Itok Aman bukan wajah baru di meja penyidik. Tiga turis Italia melaporkannya ke Polres Manggarai Barat pada 12 Agustus 2026 atas dugaan penipuan paket wisata senilai Rp 79,8 juta.
Saat masih diburu, ia kembali beraksi. Tiga turis asal China melapor pada akhir September dengan kerugian Rp 7.650.000.
Sebelum kasus Italia dan China, Itok Aman sempat ditetapkan tersangka penipuan rombongan wisatawan Malaysia dan Singapura senilai Rp 85,2 juta. Ia ditahan 48 hari sejak 10 Mei 2026.
Akhir Juni 2026, ia dibebaskan lewat mekanisme restorative justice setelah membayar kerugian wisatawan. Hanya sekitar 1,5 bulan berselang, ia kembali dilaporkan menipu turis Italia dan China.
Kasatreskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menyebut Itok Aman pandai bersembunyi. Ia ditangkap setelah informan polisi memberi tahu keberadaannya.
"Informasi dari cepu (informan polisi). Kalau agak susah (ditangkap). Cukup licik," jelas Zacky.
Itok Aman kini diserahkan ke Polres Manggarai Barat untuk proses hukum lanjutan. Personel Resmob Manggarai Barat membawanya ke Labuan Bajo.
Kasus ini jadi pengingat bagi wisatawan yang memesan paket tur di Labuan Bajo. Sebelum membayar, pastikan agen travel punya alamat kantor jelas, nomor izin usaha, dan rekam jejak ulasan yang bisa diverifikasi.
Hindari transfer penuh ke rekening pribadi tanpa kontrak tertulis. Minta itinerary rinci, nama kapal atau kendaraan, serta bukti pemesanan resmi.
Wisatawan asing maupun domestik disarankan melapor ke Polres Manggarai Barat bila mengalami penipuan serupa. Informasi terkini soal penanganan kasus ini dapat dikonfirmasi ke kepolisian setempat.