MAKASSAR — Andi Sudirman Sulaiman menilai Sulawesi Selatan punya modal besar untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem haji dan umrah di Kawasan Indonesia Timur. Modal utamanya adalah jumlah jamaah asal Sulsel yang cukup besar. Menurut Gubernur, potensi itu belum dimanfaatkan optimal untuk menggerakkan usaha warga.
Pemerintah provinsi lantas mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah masuk ke rantai layanan haji dan umrah. Salah satu celah yang dibidik adalah penyediaan makanan khas daerah bagi jamaah selama berada di Tanah Suci.
Andi Sudirman menyampaikan harapan itu saat membuka Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah di Taman Hasanuddin, Kabupaten Gowa. Kegiatan itu mengusung tema "Sinergi Membangun Ekosistem UMKM Haji dan Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan".
"Kita berharap ke depan ada peluang bagi pelaku UMKM Sulsel untuk mengambil bagian dalam ekosistem haji dan umrah di Tanah Suci," ujarnya dalam keterangan di Makassar, Minggu.
Menurut Gubernur, keterlibatan UMKM lokal tidak sekadar menambah pemasukan pelaku usaha. Produk daerah yang masuk ke pasar jamaah berpeluang memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha Sulsel.
Basis jamaah yang besar menjadi alasan utama. Jumlah jamaah asal Sulsel dinilai cukup untuk menopang layanan pendukung haji dan umrah, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga oleh-oleh dan produk makanan olahan.
Selama ini, kebutuhan jamaah di Tanah Suci sebagian besar dipasok dari luar daerah. Pemerintah provinsi ingin sebagian rantai pasok itu diisi produk Sulsel, terutama makanan khas yang familiar bagi jamaah asal Indonesia Timur.
Expo 2026 di Gowa menjadi wadah awal mempertemukan pelaku UMKM dengan pengelola layanan haji dan umrah. Pemerintah provinsi berharap ajang itu menghasilkan kerja sama dagang, bukan sekadar pameran produk.
Andi Sudirman menegaskan, perluasan pasar produk daerah menjadi kunci agar UMKM Sulsel tumbuh berkelanjutan. Dukungan itu diarahkan pada peningkatan daya saing pelaku usaha, dari kualitas produk hingga kesiapan memenuhi standar pasar jamaah.