Haul ke-312 La Patau Matanna Tikka di Bone Digelar 26 September 2026, Wija Raja se-Indonesia Silaturahmi

Penulis: Chandra Kusuma  •  Jumat, 18 September 2026 | 10:03:01 WIB

BONE — Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) menyiapkan rangkaian acara Haul ke-312 yang berlangsung di Watampone, Kabupaten Bone. Agenda tahunan ini mempertemukan keturunan Raja Bone XVI dari berbagai daerah, sekaligus menjadi ajang Silaturahmi Nasional (Silatnas) Wija Raja.

Ziarah makam di kompleks pemakaman La Patau Matanna Tikka di Desa Nagauleng membuka rangkaian kegiatan, dijadwalkan pukul 12.00-14.00 Wita dan dilakukan secara mandiri oleh para wija. Sesi berikutnya, bedah buku Lontara Bilang La Tenri Tappu pukul 15.30-17.00 Wita.

Bedah buku menghadirkan Andi Sofyan Hady sebagai penulis dan Andi Ahmad Saransi, tokoh literasi Sulsel 2026 sekaligus anggota PERWIRA LPMT.

Madduppa Wija hingga Malam Refleksi

Memasuki malam, acara dilanjutkan dengan Madduppa Wija atau penyambutan, serta penguatan organisasi. Rangkaian utama meliputi sambutan, Haul La Patau Matanna Tikka, Mappassedi Ati, malam refleksi, dan penutupan.

Pembacaan Al-Qur'an dalam agenda haul dijadwalkan dilakukan oleh wija dari Bulukumba, dilanjutkan dzikir bersama. Agenda Mappassedi Ati mencakup pembacaan Lakké-Lakké, seremoni maccera sompe' berupa pengisian tanah perantauan ke dalam wadah yang melambangkan perjalanan para wija, serta doa bersama.

Pada malam refleksi, perwakilan wija dari berbagai daerah menyampaikan pengalaman mengenai pencarian akar kekeluargaan di perantauan dan kerinduan terhadap kampung halaman.

Makna Tema "Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng"

Kegiatan mengangkat tema "Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng", yang dimaknai sebagai semangat pergi mencari kebaikan dan kembali membawa kebaikan. Panitia sebelumnya menjelaskan bahwa momentum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Silatnas dirancang sebagai wadah memperkuat ikatan sompunglolo atau hubungan kekerabatan di antara para wija yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Momentum tersebut juga diarahkan untuk mempertemukan para perantau dengan tanah leluhur sekaligus mendorong kontribusi bagi daerah asal.

Merawat Sejarah Kerajaan Bone

La Patau Matanna Tikka merupakan Raja Bone XVI. Karena itu, kegiatan haul juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah dan nilai budaya Bone kepada generasi penerus.

PERWIRA LPMT menyebut Haul ke-312 sebagai momentum untuk merawat sejarah, mempererat persaudaraan, dan menjaga nilai-nilai yang diwariskan La Patau Matanna Tikka. Haul ke-312 tidak hanya menjadi agenda mengenang sejarah Kerajaan Bone, tetapi juga momentum memperkuat hubungan keluarga besar Wija Raja sekaligus menjaga warisan budaya Bugis.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: mediata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top