BONE — Puluhan desa dan kelurahan di Kabupaten Bone akan merasakan padamnya aliran listrik secara bergilir mulai Selasa (1/9/2026). Pemadaman terbagi dalam enam sesi waktu dengan durasi bervariasi antara 2,5 jam hingga 3 jam per wilayah.
PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar) menyebut langkah ini merupakan bagian dari pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem sekaligus meningkatkan kualitas pasokan listrik bagi pelanggan.
Enam Sesi Pemadaman dan Wilayah Terdampak
Asisten Manajer Keuangan dan Umum PLN ULP Hasanuddin, Muhammad Z Rifky, menjelaskan durasi padam disesuaikan dengan estimasi pekerjaan di lapangan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung selama empat hari.
"Pemadaman ada yang 2,5 jam, ada juga 3 jam. Itu berdasarkan estimasi pekerjaan, kondisi ini diperkirakan berlangsung selama 4 hari," kata Rifky kepada detikSulsel, Selasa (1/9/2026).
Pada sesi pertama pukul 09.00-12.00 Wita, sejumlah kawasan di Kecamatan Tanete Riattang Timur dan sekitarnya akan terdampak. Titik yang dipadamkan meliputi Desa Bainang, sebagian Boda Paccing, Jalan Poros Bone Wajo, Desa Tobuttu, dan Jalan Poros Cempalagi.
Wilayah lain yang ikut dalam sesi pertama antara lain Desa Mallari, Desa Macope, Desa Cakke Bone, Desa Kading Awangpone, serta Kelurahan Pappolo dan Kelurahan Maccope. Kawasan Bajoe juga masuk daftar, termasuk Pasar Bajoe, Jalan Sungai Preman, dan area ASDP Bajoe.
Sesi kedua berlangsung pukul 11.30-15.00 Wita dan menyasar kawasan perkotaan Watampone. Beberapa titik yang dipadamkan adalah sebagian Kelurahan Watang Palakka, Btn Greenvilla Mutiara, Btn Azzahra, Jalan MT Haryono, Jalan Langsat, dan Jalan Hos Cokroaminoto.
Kawasan perumahan seperti Btn Timurama 1, Btn Sipudalle, serta jalan-jalan utama seperti Gatot Subroto, Jend Sudirman, dan Veteran Selatan turut terkena dampak pada sesi yang sama.
Wilayah Pedalaman dan Jalur Poros Ikut Terkena Dampak
Pemadaman tidak hanya menyasar pusat kota. Sejumlah desa di Kecamatan Barebbo, Ponre, Ulaweng, dan Amali juga masuk dalam jadwal sesi kedua. Desa Kading Barebbo, Desa Barebbo, Desa Talungeng, Desa Watu, dan Desa Manajeng menjadi sebagian wilayah yang akan padam.
Jalur transportasi utama seperti Jalan Poros Bone Sinjai dan sebagian Jalan Poros Lepanggeng juga terkena dampak. Desa Passippo, Desa Mico, Desa Padaidi, Desa Ureng, dan Desa Passempe melengkapi daftar pemadaman pada periode tersebut.
Sesi berikutnya berlangsung pada pukul 12.00-15.00 Wita, 14.30-18.00 Wita, 17.30-20.00 Wita, dan 19.30-22.00 Wita. Masing-masing sesi mencakup wilayah yang berbeda dengan durasi pemadaman yang bervariasi.
PLN Buka Peluang Penyesuaian untuk Agenda Penting
Rifky menegaskan bahwa PLN berupaya menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan. Namun, pihaknya memberi ruang bagi pelanggan atau instansi yang memiliki agenda penting.
"Apabila terdapat kegiatan atau agenda penting yang membutuhkan dukungan keandalan pasokan listrik, pelanggan atau instansi dapat menyampaikan surat permohonan kepada PLN. Kami akan melakukan koordinasi dan upaya pengaturan pasokan sesuai kondisi sistem yang tersedia," jelasnya.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemeliharaan berlangsung. Pihaknya juga meminta dukungan masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan lancar.
"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta dukungan masyarakat selama proses pemeliharaan berlangsung. Mohon doanya semoga beban tercukupi sehingga tidak perlu dilaksanakan pemadaman," sebutnya.