Antrean Biosolar di Sumsel Masih Panjang, Pertamina: Penyaluran Terikat Kuota BPH Migas

Penulis: Aditya Nugraha  •  Rabu, 09 September 2026 | 09:53:02 WIB
Warga mengantre untuk membeli biosolar di SPBU di Sumatera Selatan, Selasa (8/9/2026).

Penyebab Antrean: Permintaan Naik Tajam, Kuota Tetap

SULAWESI SELATAN — Region Manager Retail Sales Area Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga, Ayub Ritto, mengatakan peningkatan permintaan solar terjadi signifikan pada Agustus dan September 2026. Kondisi ini bertepatan dengan momen pengejaran target distribusi menjelang tutup tahun.

“Permintaan solar ini meningkat karena mereka mengejar akhir tahun untuk distribusi orang ataupun barang. Jadi peningkatannya cukup tajam di bulan Agustus dan September,” ujar Ayub dalam Rapat Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Antrean Pengisian BBM Bersubsidi di SPBU se-Provinsi Sumsel, di Griya Agung, Selasa (8/9/2026).

Ayub menegaskan, Pertamina pada prinsipnya siap menyalurkan sesuai kuota yang telah ditetapkan. Namun perusahaan tidak memiliki kewenangan untuk melebihi pagu tersebut.

“Kami dari Pertamina menyampaikan bahwa posisinya sebenarnya kan ada batasan. BBM subsidi ini kan seperti pupuk sebenarnya. Tidak bisa kami dari Pertamina menyalurkan lebih,” jelasnya.

Kuota Ditentukan Pemerintah, Pertamina Hanya Penyalur

Ayub memaparkan alur penetapan kuota BBM subsidi. Prosesnya berawal dari usulan pemerintah kabupaten/kota yang dihimpun pemerintah provinsi, lalu diteruskan ke BPH Migas. Selanjutnya dibahas bersama pemerintah pusat dan DPR untuk ditetapkan menjadi pagu resmi.

“Kuota itu nanti turunnya, angka dalam rupiah itu turunnya dalam bentuk produk dan Pertamina adalah sebagai penyalur. Misalnya ditentukan 100, disalurkan 100,” terangnya.

Artinya, kelangkaan solar di SPBU bukan semata persoalan stok, melainkan pagu yang sudah disepakati sejak awal tahun. Jika kebutuhan aktual melampaui proyeksi, penambahan hanya bisa dilakukan melalui mekanisme

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: sumselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top