GOWA — Kebakaran hutan pinus di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, menjadi alarm bagi warga di dataran tinggi Sulawesi Selatan. Anggota Komisi B DPRD Sulsel dari Fraksi PPP, Rafiuddin Raping, menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat adalah kunci utama mencegah bencana serupa terulang di tengah musim kemarau.
Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Gowa dan Takalar ini mengaku telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kebakaran. Hingga kini, proses investigasi masih berjalan.
Rafiuddin belum bisa memastikan apakah api berasal dari kelalaian atau unsur kesengajaan. Ia menyebut persoalan ini sempat disinggung saat bertemu dengan Kapolres setempat.
"Kita tidak tahu apakah orang buang puntung rokok atau memang disengaja. Sementara dalam investigasi kepolisian, saya sudah ketemu juga dengan Pak Kapolres dan itu memang disinggung," katanya.
Bagi Rafiuddin, kebakaran hutan bukan sekadar soal kerusakan lingkungan. Di dataran tinggi Gowa, sekitar 90 persen masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, baik padi maupun hortikultura. Gangguan terhadap hutan berarti gangguan terhadap sumber mata air yang menjadi penopang irigasi.
"Kalau ada kebakaran, otomatis mata-mata air bisa terganggu. Kita tahu di dataran tinggi itu sekitar 90 persen masyarakat bergerak di pertanian. Kalau sumber air terganggu, pertanian juga sangat terdampak," jelasnya.
Wilayah sekitar Gunung Bawakaraeng dan Lompobattang menjadi perhatian khusus karena aktivitas warga dan pendaki yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Menanggapi hal ini, Rafiuddin mendorong pemerintah meningkatkan sosialisasi pencegahan. Ia juga mengusulkan penyediaan fasilitas pemadam kebakaran di sejumlah titik rawan agar api bisa cepat dipadamkan sebelum meluas.
"Pencegahan dan intensitas sosialisasi perlu ditingkatkan. Kalau perlu, di daerah-daerah yang memang rawan kebakaran disiapkan pemadam kebakaran, supaya kalau ada kebakaran bisa cepat dimatikan," ujarnya.
Rafiuddin tidak hanya berbicara di gedung dewan. Saat berada di dapil selama tiga hingga empat hari, ia aktif mendatangi pos-pos pendaftaran pendaki menuju Bawakaraeng atau Lompobattang. Ia juga meminta pesan kewaspadaan ini disampaikan melalui masjid-masjid agar menjangkau lebih banyak warga.
"Saya di sana dekat sekali dengan Gunung Bawakaraeng. Di pos-pos pendaftaran untuk ke Bawakaraeng atau Lompobattang, saya sudah datangi dan mengimbau agar bersama-sama mencegah kebakaran," tuturnya.
Ia menambahkan, pengawasan di lapangan oleh pihak kehutanan perlu diperkuat. Para petugas di wilayah rawan harus difasilitasi dengan baik agar mampu menjaga kelestarian hutan.
"Saya juga sangat mengimbau pihak kehutanan agar anggota yang ada di bawah betul-betul difasilitasi untuk menjaga hutan-hutan yang ada," pungkasnya.