7 UMKM Binaan BI Sulsel Catat Transaksi Rp380,75 Juta di Pameran KKI 2026, Kopi Arabika Malino Tembus Pasar Kanada

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:51:31 WIB
Tujuh UMKM binaan BI Sulsel mencatat potensi transaksi ekspor Rp380,75 juta pada Pameran KKI 2026 di Jakarta.

Sebanyak tujuh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan membukukan potensi transaksi ekspor senilai Rp380,75 juta pada ajang Pameran Kriya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta. Kopi Arabika Malino asal Gowa menjadi primadona dengan perolehan Letter of Intent (LoI) terbesar senilai Rp245 juta dari mitra di Kanada.

MAKASSAR — Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan capaian tersebut merupakan hasil dari agenda business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli mancanegara. Angka ini masih berstatus potensi transaksi berdasarkan kesepakatan awal, mengingat sejumlah produk masih dalam tahap uji pasar dan pengiriman sampel.

"Melalui ajang Pameran KKI 2026 ini sebanyak tujuh UMKM binaan Bank Indonesia Sulawesi Selatan berhasil membukukan transaksi ekspor lebih dari Rp380,75 juta," kata Rizki dalam keterangan resminya di Makassar, Minggu.

Kopi Sulsel Dominasi LoI, Arabika Malino Jadi Primadona

Produk kopi mendominasi daftar kesepakatan awal yang diraih para pelaku UMKM. Komoditas unggulan yang paling menonjol adalah kopi Arabika yang berasal dari tiga daerah utama, yakni Malino, Toraja, dan Enrekang.

Kopi Luwak Malino asal Gowa menjadi penyumbang nilai LoI terbesar. Produk milik UMKM tersebut berhasil mengamankan kesepakatan senilai Rp245 juta dengan PT Cahaya Abadi Terbit yang berbasis di Kanada.

Bukan Sekadar Ekspor, BI Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM

Partisipasi dalam KKI 2026 tidak hanya dimanfaatkan untuk membuka akses pasar internasional. BI Sulsel juga memfasilitasi pertemuan antara pelaku UMKM dengan sejumlah lembaga keuangan guna memperluas akses pembiayaan.

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem UMKM yang berkelanjutan. Menurut Rizki, pengembangan usaha tidak hanya fokus pada kapasitas produksi, tetapi juga mencakup penguatan rekam jejak keuangan, visibilitas usaha, serta perluasan akses pasar.

Upaya tersebut dijalankan melalui Program UMKM Rewako yang mengusung prinsip Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable. Diharapkan, berbagai kesepakatan awal yang sudah diraih dapat diubah menjadi transaksi nyata yang memperkuat posisi produk lokal di pasar global.

Pameran KKI 2026: Ajang Strategis Tembus Pasar Global

Pameran KKI 2026 berlangsung di Jakarta International Convention Center, Senayan, pada 20-23 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Beudaya Meusare Sare" yang bermakna "Berdaya Bersama-sama".

Dalam kegiatan tersebut, BI Sulsel memfasilitasi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan calon pembeli dari sejumlah negara melalui agenda business matching ekspor. Capaian ini dinilai menunjukkan bahwa produk unggulan Sulsel memiliki peluang nyata untuk menembus pasar mancanegara.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top