MAKASSAR — General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengajak masyarakat memanfaatkan program Merdeka Daya yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini memungkinkan pelanggan menambah daya listrik dengan biaya penyambungan yang lebih murah, yakni hanya setengah dari tarif normal.
“Melalui semangat kemerdekaan, PLN memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas listrik sesuai kebutuhannya, baik untuk aktivitas rumah tangga, usaha, pendidikan maupun kegiatan produktif lainnya,” ujar Edyansyah melalui keterangannya di Makassar, Rabu.
Program ini menyasar pelanggan tegangan rendah satu fasa dari seluruh golongan tarif dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA. Penambahan daya maksimal yang bisa diajukan adalah hingga 7.700 VA.
Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi pelanggan agar bisa menikmati promo ini. Pertama, pelanggan wajib terdaftar sebelum 1 Agustus 2026 dan tidak memiliki tunggakan tagihan listrik maupun kewajiban lainnya.
Proses pengajuan tambah daya disebut berlangsung praktis dan bisa dilakukan dari mana saja tanpa harus datang ke kantor PLN. Pelanggan cukup melakukan minimal satu kali transaksi pembelian token bagi pengguna prabayar atau pembayaran tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar melalui aplikasi PLN Mobile.
Setelah transaksi berhasil, e-voucher akan otomatis muncul dan bisa diklaim melalui banner promo tambah daya yang tersedia di aplikasi. “Seluruh proses dilakukan secara mudah, cepat, dan transparan melalui PLN Mobile. Pelanggan tidak perlu datang ke kantor PLN karena pengajuan tambah daya dapat dilakukan dari mana saja,” tambah Edyansyah.
Perlu dicatat, promo ini tidak berlaku jika penambahan daya memerlukan penguatan jaringan, perubahan fasa, tarif, ataupun jenis layanan. PLN UID Sulselrabar mengingatkan masyarakat untuk segera mengajukan permohonan sebelum periode promo berakhir pada 25 Agustus 2026.
Informasi lebih lanjut dan pengajuan resmi dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui program ini, PLN berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.