MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memacu pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital dengan menargetkan 70 persen kepala keluarga (KK) terdata sebelum 31 Agustus 2026. Target tersebut lebih tinggi dari ketentuan pemerintah pusat yang hanya mematok 40 hingga 60 persen untuk 48 daerah pilot project nasional.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan percepatan dilakukan dengan mengerahkan agen dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) secara bertahap. Data terkini per 11 Agustus 2026 mencatat 50.088 KK telah berhasil didata.
Pada pekan pertama pendataan, Makassar sempat tertinggal dengan progres baru sekitar 1.000 KK atau 0,1 persen. Namun, setelah evaluasi dan pengerahan agen dari sejumlah perangkat daerah, angka tersebut melonjak dalam beberapa hari terakhir.
"Progres Perlinsos sudah mengalami peningkatan signifikan. Agen turun ke lapangan per kecamatan. Agen kita semuanya ASN dari berbagai SKPD yang ada di kecamatan," ujar Andi Bukti, Rabu (12/8/2026).
Dinsos membagi pendataan lapangan ke dalam empat sesi, masing-masing berlangsung tiga hari kerja. Tahap pertama menyasar Kecamatan Panakkukang, Tamalanrea, Ujung Pandang, Mariso, dan Manggala.
Tahap kedua mencakup Kecamatan Mamajang, Bontoala, Wajo, Tamalate, dan Sangkarrang. Sesi berikutnya menyasar Biringkanaya, Tallo, Makassar, Ujung Tanah, serta kecamatan lainnya yang belum terjangkau.
Dari total 5.000 agen yang disiapkan, sekitar 2.000 orang telah diterjunkan pada tahap awal. Pola kerja ini memungkinkan agen bergerak bergantian antarwilayah tanpa mengganggu tugas pokok mereka di SKPD masing-masing.
Meski progres meningkat, Dinsos mengakui masih menghadapi kendala terkait komitmen dan ketersediaan agen dari berbagai SKPD. Kondisi ini memaksa Dinsos turun tangan menutup kekurangan personel agar proses pendataan tetap berjalan.
"Kami di Dinsos yang harus turun tangan menutupinya. Itu salah satu kendala di lapangan," tambahnya.
Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, Dinsos menyiapkan strategi lanjutan dengan melibatkan RT dan RW setelah tugas agen SKPD selesai. Total target pendataan di Kota Makassar mencapai 426.000 KK.
"Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata. Percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik," jelas Andi Bukti.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta capaian pendataan dapat melampaui target pusat. Data yang terkumpul nantinya menjadi basis data perlindungan sosial yang lebih terintegrasi dan akurat untuk penyaluran bantuan sosial di masa mendatang.