J&T Express dan Kementerian UMKM Pilih Makassar Jadi Lokasi Pertama Program Jawara Lokal, 5 Pelaku Usaha Terima Bantuan Rp 15 Juta

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:13:01 WIB
J&T Express dan Kementerian UMKM menyerahkan bantuan dana pengembangan usaha senilai Rp 15 juta kepada lima pelaku UMKM dalam Program Jawara Lokal di Makassar.

MAKASSAR — Empati terhadap pelaku usaha kecil di Sulawesi Selatan diwujudkan lewat kolaborasi strategis antara perusahaan logistik dan pemerintah pusat. J&T Express bersama Kementerian UMKM RI mengkurasi ratusan produk unggulan daerah dalam Program Jawara Lokal untuk mendorong UMKM naik kelas.

Manager Public Affairs J&T Express, Ardiansyah, menyebut antusiasme pelaku UMKM di Sulsel sangat tinggi. Produk yang dikurasi dinilai memiliki kualitas baik, identitas lokal kuat, serta potensi berkembang, sehingga Sulsel menjadi wilayah pertama yang dipilih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.

Bantuan yang Diterima Lima UMKM Terpilih

Dari proses seleksi yang melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sulsel, tercatat lima UMKM terpilih mendapatkan dukungan pengembangan usaha. Bantuan tersebut mencakup dana segar, akses layanan pengiriman, hingga pendampingan usaha.

  • Bantuan dana pengembangan usaha senilai Rp 15 juta
  • Akses layanan pengiriman untuk distribusi produk
  • Pendampingan usaha untuk memperkuat kapasitas bisnis

Peran Strategis UMKM bagi Ekosistem Logistik

Ardiansyah menegaskan bahwa UMKM merupakan bagian penting dalam ekosistem J&T Express. Banyak pelaku usaha yang menggunakan layanan logistik untuk mendistribusikan produknya kepada konsumen, sehingga dukungan yang lebih luas diharapkan mampu membantu mereka naik kelas.

“Kami melihat bahwa UMKM memiliki peran penting dalam ekosistem J&T Express, mengingat banyak pelaku usaha menggunakan layanan logistik kami untuk mendistribusikan produknya kepada konsumen. Kami ingin memberikan dukungan lebih luas kepada UMKM untuk naik kelas,” tutur Ardiansyah di Makassar, Selasa.

Mengapa Kolaborasi Swasta dan Pemerintah Diperlukan?

Pejabat Fungsional Kewirausahaan Ahli Madya Keasdepan Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Astri Dibyashanty, menyoroti tantangan yang masih dihadapi pengusaha kecil. Hambatan utama meliputi pengembangan skala usaha, peningkatan eksposur, dan akses distribusi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan data UMKM di Indonesia yang mencapai lebih dari 65 juta dan terus bertumbuh setiap tahun, program seperti Jawara Lokal dinilai menjadi jembatan penting. Astri berharap semakin banyak UMKM daerah yang mendapat kesempatan memperkuat kapasitas usaha dan memanfaatkan peluang pasar.

“Melalui program seperti Jawara Lokal, kami berharap semakin banyak UMKM daerah yang mendapatkan kesempatan untuk memperkuat kapasitas usaha dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas,” paparnya di ruangan PLUT KUMKM Kawasan Gedung Convention Center, Jalan Tanjung Bunga, Makassar.

1,07 Juta UMKM di Sulsel Menanti Dukungan Berkelanjutan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemprov Sulsel, Andi Eka Presetia, mengapresiasi inovasi program ini sebagai bentuk kolaborasi nyata pihak swasta terhadap pengembangan UMKM. Saat ini tercatat lebih dari 1,070 juta UMKM di Sulawesi Selatan.

Eka menekankan bahwa program ini bukan sekadar memberikan akses pasar, tetapi juga mendorong UMKM untuk tumbuh dan naik kelas. Harapannya, program serupa tidak berhenti di Makassar dan diperluas agar pemerataan dukungan UMKM di seluruh Sulsel terwujud.

Program Jawara UMKM Lokal merupakan bagian dari rangkaian perayaan Selebrasi 11 tahun J&T Express. Sulsel menjadi wilayah perdana dari lima daerah di Indonesia yang menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan ini.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top