SULAWESI SELATAN — BR1 Infinite, extraction shooter dengan sistem real-money, mencuri perhatian komunitas gamer global. Gim yang masih berstatus undangan eksklusif ini menawarkan skema unik: pemain dibayar untuk setiap aksi membunuh di dalam pertandingan. Di balik iming-iming cuan, ada biaya masuk yang harus ditanggung dari kantong pribadi.
Setiap spawn atau masuk ke pertandingan, pemain dikenakan biaya USD 1 atau sekitar Rp 16 ribu. Performa buruk bukan hanya soal reputasi—dompet ikut terkuras. Model ini kontras dengan skema pay-to-play konvensional yang hanya memungut biaya di awal pembelian.
Bravo Ready Studios mengklaim telah membayar lebih dari USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,6 miliar kepada para penguji. Para tester disebut mendapatkan spawn gratis sebagai bagian dari kesepakatan pengujian. Lebih dari 40 ribu pemain telah bergabung ke server Discord resmi untuk mengantre akses.
Pendanaan proyek ini solid. BR1 Infinite mendapat dukungan investasi dari Krafton, penerbit PUBG, serta Solana Ventures dan 6MV. Latar belakang Bravo Ready Studios yang erat dengan industri perjudian dan teknologi konsumen menambah daftar kekhawatiran pengamat.
Kekhawatiran terbesar komunitas bukan hanya soal legalitas, melainkan potensi penyalahgunaan sistem. Nilai uang riil di setiap kill membuka celah lebar untuk cheating, boosting, dan eksploitasi bug. Ini menjadi undangan terbuka bagi oknum yang mencari keuntungan instan.
Tidak ada age gate atau verifikasi usia yang jelas untuk mencegah pemain di bawah umur mengakses gim dengan mekanisme pay-to-win. Minimnya pengamanan ini menjadi sorotan tajam, mengingat gim ini melibatkan transaksi uang asli.
Profil media sosial Bravo Ready Studios aktif sejak 2011 dan telah berganti nama tujuh kali, dengan perubahan terakhir pada 2022. Periode tersebut bertepatan dengan dimulainya studio ini merilis gim secara serius. Alasan BR1 Infinite baru ramai diperbincangkan sekarang masih belum jelas, meski skeptisisme sebenarnya sudah beredar sejak beberapa tahun lalu.
Sistem yang ditawarkan BR1 Infinite terdengar menggiurkan, tetapi risikonya nyata. Mulai dari potensi kerugian finansial pemain, maraknya kecurangan, hingga minimnya proteksi untuk pemain muda. Gim ini masih berstatus undangan dan hanya tersedia untuk PC, jadi belum ada kepastian kapan atau apakah akan hadir di pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia.