SULAWESI SELATAN — Ford Excursion generasi pertama yang dirilis tahun 2000 bukan sekadar SUV biasa. Dengan bobot 7.700 pon, kendaraan ini menduduki posisi sebagai SUV terberat dan terbesar yang pernah dijual ke publik. Pabrikan asal Amerika Serikat itu merancang Excursion untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan penumpang dengan kemampuan kerja setara truk berat.
Jantung pacu Ford Excursion 2000 adalah mesin diesel V8 7.3 liter Power Stroke. Mesin ini memegang rekor sebagai unit diesel dengan kapasitas silinder terbesar yang pernah dipasang Ford pada kendaraan produksi massal. Tenaga yang dihasilkan memang tidak disebutkan secara gamblang, tapi kemampuan tariknya yang mencapai 11.000 pon sudah cukup menjelaskan karakternya.
Mesin 7.3 liter ini terkenal di kalangan penggemar Ford karena ketangguhan dan keawetannya. Blok mesin dari besi cor dan sistem injeksi langsung hidro-mekanis membuatnya mampu bertahan hingga ratusan ribu mil tanpa overhaul besar. Di Indonesia, mesin ini sempat populer di kalangan pemilik truk Ford F-Series yang diimpor utuh.
Ford Excursion 2000 dibuat di atas sasis truk Ford F-250 Super Duty. Hasilnya, dimensi kendaraan ini jauh melebihi SUV lain yang beredar di pasaran saat itu. Dengan bobot 7.700 pon, Excursion lebih berat dari Toyota Land Cruiser generasi 100, Chevrolet Suburban, bahkan Hummer H2.
Ukuran ini bukan tanpa konsekuensi. Konsumsi bahan bakar Excursion sangat boros, bahkan standar Amerika Serikat saat itu pun sudah mengkritik efisiensinya. Tapi bagi target pasarnya, kemampuan menarik trailer besar atau membawa delapan penumpang dewasa dengan nyaman adalah prioritas utama.
Di era yang sama, Chevrolet Suburban dan GMC Yukon XL masih kalah dalam urusan dimensi dan kapasitas tarik. Ford Excursion unggul berkat sasis truk yang lebih kokoh dan mesin diesel raksasa yang tidak dimiliki kompetitor. Sayangnya, ukuran raksasa ini justru menjadi bumerang saat harga BBM melonjak dan regulasi emisi di Amerika Serikat makin ketat.
Ford akhirnya menghentikan produksi Excursion pada tahun 2005 setelah hanya bertahan satu generasi. Namun, statusnya sebagai SUV terbesar dan terberat yang pernah diproduksi secara massal tidak pernah tergantikan hingga kini.