Tokoh Senior Luwu Raya Usulkan Kaukus Nasional dan Forum Lintas Daerah untuk Perjuangkan DOB

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 13:09:01 WIB
Opu Lam mengusulkan pembentukan Kaukus Nasional untuk memperkuat perjuangan DOB Luwu Raya.

Opu Lam, sapaan akrab Luthfi, menilai pola perjuangan yang selama ini berjalan perlu diperkuat. Menurutnya, moratorium pembentukan daerah otonomi baru dari pemerintah pusat masih menjadi tantangan utama yang tidak bisa dihadapi hanya dengan gerakan lokal.

“Kolaborasi harus dibangun secara lebih luas dengan melibatkan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan Luwu Raya, termasuk tokoh dan legislator yang memiliki keterikatan dengan daerah ini,” ujarnya dalam podcast tersebut.

Kaukus Nasional untuk Menyatukan Kekuatan Politik

Sebagai langkah konkret, Opu Lam mengusulkan pembentukan Kaukus Daerah Otonomi Baru. Wadah ini dirancang untuk menghimpun kekuatan politik dan aspirasi dari berbagai pihak yang mendukung percepatan pemekaran.

Kaukus tersebut diharapkan menjadi tempat koordinasi bagi para legislator yang berasal dari Luwu Raya maupun mereka yang memiliki hubungan historis dan emosional dengan wilayah Tana Luwu. Keanggotaan tidak dibatasi oleh daerah pemilihan atau latar belakang partai politik.

“Perjuangan ini membutuhkan sinergi yang kuat. Dukungan tidak boleh dibatasi oleh sekat wilayah maupun afiliasi politik,” katanya.

Forum Lintas Daerah: Belajar dari Pengalaman Daerah Lain

Selain kaukus, tokoh senior ini juga mendorong pembentukan Forum Aspirasi Lintas Daerah. Forum ini akan melibatkan berbagai daerah di Indonesia yang memiliki aspirasi serupa terkait pembentukan DOB.

Menurut Opu Lam, pendekatan kolektif akan memberikan posisi tawar yang lebih kuat dibandingkan perjuangan yang dilakukan secara terpisah. Dalam forum tersebut, daerah-daerah dapat bertukar pengalaman, menyusun strategi bersama, hingga mengawal pembahasan regulasi yang berkaitan dengan kebijakan pemekaran.

Data Ekonomi dan Kajian Akademik Jadi Senjata Baru

Opu Lam juga menekankan pentingnya memperkuat kajian akademik dan argumentasi pembangunan. Menurutnya, usulan pemekaran tidak bisa hanya mengandalkan aspek historis dan kultural semata.

Dukungan data yang menunjukkan manfaat ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat menjadi syarat mutlak. Ia berharap perjuangan DOB Luwu Raya ke depan dilakukan melalui pendekatan yang lebih modern, terukur, dan berbasis kolaborasi lintas daerah.

Hingga saat ini, moratorium pembentukan daerah otonomi baru masih menjadi salah satu tantangan utama bagi sejumlah daerah yang mengusulkan pemekaran, termasuk Luwu Raya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: teraskata.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top