Polemik Seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan, BPIP Bantah Tudingan Diskriminasi Calon Peserta

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15:31 WIB
BPIP menegaskan seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan dilakukan tanpa diskriminasi.

MAKASSAR — Tudingan diskriminasi dalam seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan akhirnya mendapat respons resmi. BPIP menyatakan tidak ada unsur perlakuan tidak adil terhadap peserta dari latar belakang mana pun. Klarifikasi ini disampaikan untuk meredakan kegaduhan yang beredar di media sosial dan grup percakapan warga.

Apa Isi Bantahan BPIP?

Dalam pernyataannya, BPIP menegaskan bahwa seleksi Paskibraka dilakukan secara terbuka dan terstandar. Setiap calon menjalani tes yang sama, mulai dari tes kesehatan, akademik, hingga wawasan kebangsaan. Tidak ada kategori khusus yang mendiskriminasi asal sekolah atau daerah.

Pihak BPIP juga menyebutkan bahwa tim seleksi terdiri dari unsur TNI, Polri, dan akademisi yang independen. Mereka bekerja berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh pusat. Tudingan diskriminasi dinilai tidak berdasar dan hanya bersumber dari informasi yang tidak lengkap.

Mengapa Publik Curiga?

Kecurigaan publik muncul setelah sejumlah peserta dari kabupaten di Sulawesi Selatan mengaku gagal di tahap akhir tanpa penjelasan detail. Beberapa orang tua peserta bahkan menyuarakan kekecewaan di media sosial. Mereka mempertanyakan apakah ada faktor non-teknis yang memengaruhi hasil seleksi.

Namun, BPIP memastikan bahwa setiap keputusan seleksi bisa dipertanyakan melalui jalur resmi. Peserta yang keberatan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis dalam batas waktu yang ditentukan.

Bagaimana Nasib Peserta yang Gagal?

BPIP menyatakan bahwa peserta yang tidak lolos tetap akan mendapatkan pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan melalui program lain. Beberapa di antaranya bisa direkomendasikan untuk mengikuti kegiatan kepemudaan di tingkat provinsi maupun nasional.

Pemerintah daerah setempat juga diminta untuk mendampingi para peserta yang gagal agar tidak putus asa. Seleksi Paskibraka memang ketat, tetapi bukan satu-satunya jalan untuk mengabdi pada negara.

Apakah Seleksi Paskibraka Sudah Transparan?

BPIP mengakui bahwa proses seleksi masih terus dievaluasi. Ke depan, mereka berencana memperbaiki sistem komunikasi publik agar hasil seleksi bisa diakses lebih mudah oleh peserta dan orang tua. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan ideologi Pancasila.

Seleksi Paskibraka sendiri merupakan agenda tahunan yang melibatkan ribuan pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia. Di Sulawesi Selatan, jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kabarnusantara.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top