SULAWESI SELATAN — Setelah diperkenalkan pada Maret lalu, MG4X kini bisa dipesan konsumen China dengan harga mulai 99.800 yuan atau setara Rp 222 jutaan. Mobil ini akan meluncur secara resmi pada 27 Mei. Yang menarik, MG4X bukanlah model baru yang berdiri sendiri, melainkan versi ubah wajah dari MG S5 yang rebadge. Platform dan dimensinya nyaris identik dengan S5 yang sudah dijual di Malaysia dalam bentuk CKD.
Salah satu kejutan terbesar dari MG4X adalah kehadiran baterai semi-solid-state berbasis mangan. Meski terdengar lebih canggih, varian ini justru menjadi opsi termurah dan paling rendah spesifikasinya. Tenaga yang dihasilkan hanya 170 PS dengan torsi 250 Nm, sementara kapasitas baterainya 53,9 kWh — lebih kecil dari varian LFP standar.
Varian standar LFP yang menggunakan baterai CATL 64,2 kWh menghasilkan tenaga 204 PS dan torsi 350 Nm, persis sama dengan MG S5 rakitan Malaysia. Jarak tempuh versi LFP mencapai 610 km dalam siklus CLTC, sedangkan varian semi-solid-state hanya 510 km. Jika dikonversi ke siklus WLTP yang lebih realistis, angka itu diperkirakan turun menjadi sekitar 500 km dan 420 km.
Kecepatan pengisian daya juga menjadi kelemahan varian semi-solid-state. Varian LFP mendukung pengisian DC 150 kW dengan waktu 30 ke 80 persen hanya 16 menit. Sementara varian semi-solid-state cuma 120 kW dan butuh 25 menit untuk level yang sama. Lalu, apa kelebihannya? Satu-satunya alasan adalah stabilitas kimiawi baterai yang lebih baik, sehingga lebih aman dan minim risiko kebakaran.
Semua varian MG4X yang diluncurkan perdana ini berpenggerak roda belakang (RWD). Tidak ada opsi all-wheel drive untuk tahap awal.
Dari segi dimensi, MG4X sedikit lebih panjang dari S5 dengan ukuran 4.500 mm (+24 mm), lebar 1.849 mm, dan wheelbase 2.735 mm (+5 mm). Artinya, crossover ini masuk segmen C-SUV, sedikit lebih besar dari BYD Atto 3 generasi pertama.
Tampilan depan menjadi pembeda utama. Lampu LED segitiga tajam disatukan oleh light bar penuh, sementara air intake bawah dibingkai aksen hitam berbentuk tulang. Desain ini jauh lebih agresif dibanding S5 standar atau MG4 Urban. Bagian belakang dan bentuk bodi umum masih diwarisi dari S5.
Di dalam kabin, MG4X mengadopsi tata letak dasbor MG S5 versi China yang disebut ES5. Layar sentuh 15,6 inci mendominasi, berbeda dengan pasar global yang mendapat panel 12,8 inci dan menyisakan ruang untuk tombol fisik AC dan audio. Fitur lain termasuk kluster instrumen digital 10,25 inci, dua dudukan smartphone dengan pengisi daya nirkabel Qi, serta kursi depan berpemanas, berventilasi, dan pijat. Satu perubahan penting: setir kini pakai model dua palang, bukan tiga palang.
MG4X juga dibekali teknologi mengemudi otonom bantuan tinggi di jalan tol yang dikembangkan bersama Horizon Robotics, khusus untuk pasar China. Untuk pasar global, termasuk Indonesia, kemungkinan masih harus menunggu. Pasalnya, MG S5 sendiri baru diperkenalkan tahun lalu dan baru masuk Malaysia dalam bentuk CKD. Belum ada indikasi kapan MG4X akan menjangkau Asia Tenggara.