Pencarian

Karantina Sulsel Perketat Pengiriman 5.004 Sapi ke Kalimantan Jelang Iduladha, Antisipasi PMK dan LSD

Senin, 25 Mei 2026 • 23:43:01 WIB
Karantina Sulsel Perketat Pengiriman 5.004 Sapi ke Kalimantan Jelang Iduladha, Antisipasi PMK dan LSD
Petugas Karantina Sulsel memeriksa kesehatan sapi sebelum pengiriman ke Kalimantan jelang Iduladha.

PAREPARE — Lonjakan pengiriman hewan kurban dari Sulawesi Selatan ke Kalimantan dalam beberapa pekan terakhir direspons dengan pengawasan karantina yang lebih ketat. Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan memeriksa setiap dokumen, kondisi fisik, hingga sampel darah ternak sebelum diberangkatkan dari Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong, Barru.

Kenapa Pemeriksaan Darah Sapi Jadi Prioritas?

Petugas mengambil sampel darah dari setiap sapi yang akan dikirim untuk diuji menggunakan metode Rose Bengal Test (RBT). Pengujian ini bertujuan mendeteksi brucellosis, penyakit bakteri yang dapat menyebabkan keguguran pada ternak dan menular ke manusia melalui konsumsi susu atau daging mentah.

“Setiap ternak yang akan dilalulintaskan wajib memenuhi seluruh persyaratan karantina dan dipastikan sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” kata Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, di Makassar, Minggu (24/5).

Ribuan Sapi dan Kambing Sudah Dikirim ke Tiga Provinsi

Data sistem Best Trust milik Barantin menunjukkan aktivitas distribusi ternak dari Sulsel ke Kalimantan sangat tinggi. Sepanjang April hingga Mei 2026, melalui Satuan Pelayanan Parepare saja, tercatat 3.734 ekor sapi potong dikirim ke Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan dalam 124 kali pengeluaran. Pada periode yang sama, 286 ekor kambing juga dikirim dengan empat kali pengiriman.

Secara kumulatif sejak Januari hingga Mei 2026, pengiriman domestik dari seluruh titik layanan Karantina Sulsel—termasuk Makassar, Bajoe, dan Jeneponto—mencapai 5.004 ekor sapi dan 20.567 ekor kambing.

Dua Pelabuhan Utama Jadi Pusat Pengawasan

Dalam beberapa hari terakhir, petugas mengawasi pengiriman 17 ekor sapi potong melalui Pelabuhan Parepare menuju Balikpapan menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara. Pengawasan serupa dilakukan di Pelabuhan Garongkong terhadap 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan dikirim ke Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggunakan KMP Awu Awu.

Seluruh sapi yang dikirim telah menjalani prosedur karantina lengkap, termasuk pengambilan sampel darah. Langkah ini diambil karena mobilitas ternak yang tinggi berpotensi menjadi jalur penyebaran PMK dan LSD jika tidak diawasi secara maksimal.

Apa yang Diperiksa Petugas Karantina?

Pemeriksaan yang dilakukan petugas mencakup tiga aspek: pengecekan dokumen administrasi, pemeriksaan kondisi fisik ternak, dan pengujian laboratorium. Selain menjaga kesehatan hewan, pengawasan tersebut juga bertujuan memastikan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat yang akan mengonsumsi daging kurban saat Iduladha nanti.

Bagikan
Sumber: sulsel.suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks