MAKASSAR — Lapangan Bola Telkom Makassar berubah menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola Sulawesi Selatan selama tiga hari terakhir. Festival Sepak Bola Rakyat yang digelar PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) melalui Cuwitan Digital bersama Coca-Cola Indonesia berhasil mengumpulkan 670 pemain muda dari berbagai daerah.
Mereka berasal dari 32 sekolah sepak bola (SSB) dan SMA yang tersebar di Sulawesi. Bukan hanya bertanding, para peserta juga mendapatkan coaching clinic dari pelatih profesional.
Direktur PT GGN, Rizky Aidi, menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang ekspresi bagi talenta daerah. "Ini bukan sekadar turnamen, tetapi panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi. Kami ingin bakat mereka tidak hanya berkembang di lapangan, tetapi juga mendapat ruang di ranah digital," ujarnya dalam sambutan.
Pendekatan ini menjadi pembeda. Selain pertandingan kompetitif yang ketat, acara juga dimeriahkan bazaar UMKM lokal dan sesi podcast Nobar (Ngobrol Bola Ramean) bersama Coca-Cola Indonesia. Diskusi santai ini mempertemukan publik dengan figur sepak bola, menciptakan atmosfer yang lebih dekat dengan generasi muda.
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, hadir langsung untuk menekankan urgensi pembinaan sejak akar rumput. Menurutnya, pembinaan talenta muda harus dimulai sejak awal melalui ruang yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter seperti disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar pembinaan berjalan berkelanjutan. "Masa depan sepak bola nasional tidak bisa hanya bertumpu pada federasi, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, sektor swasta hingga komunitas akar rumput," tegas Ratu Tisha.
Pelatih sepak bola Indonesia, Fabio Oliveira, yang turut hadir menilai kehadiran festival berskala nasional di Makassar memberi pesan penting. "Pemain dari daerah memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan menembus level yang lebih tinggi," ujarnya.
Senior Director of Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menyebut kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan atmosfer pesta sepak bola dunia lebih dekat ke masyarakat. "Kami ingin memperkuat semangat kebersamaan melalui olahraga," katanya.
Festival Sepak Bola Rakyat bukanlah acara tunggal. Sebelumnya, rangkaian ini telah digelar di Labuan Bajo pada Desember 2025, berlanjut ke Palu pada April 2026, dan kini singgah di Makassar. Puncak acara dijadwalkan berlangsung di Manado pada Juni mendatang sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.
Tidak disebutkan secara rinci dalam keterangan resmi. Namun, panitia memastikan skema pendaftaran dan partisipasi telah dirancang untuk memudahkan akses bagi SSB dan sekolah di daerah.
Proses penjaringan pemain potensial dilakukan melalui pertandingan kompetitif dan coaching clinic. Hasil seleksi akan diumumkan oleh pihak penyelenggara setelah seluruh rangkaian festival di Manado selesai.
Belum ada jadwal pasti untuk edisi mendatang. Namun, pihak GGN dan Coca-Cola Indonesia berkomitmen menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan.