SULAWESI SELATAN — PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi belum ada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per Sabtu, 23 Mei 2026. Kebijakan yang berlaku saat ini masih merujuk pada keputusan yang ditetapkan pada 4 Mei 2026 lalu. Artinya, harga Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex di seluruh SPBU masih sama seperti tiga pekan terakhir.
Dari data yang dirilis, Dexlite menjadi produk dengan kenaikan paling signifikan dibanding varian lainnya. Di wilayah Jawa dan Bali, harga solar nonsubsidi ini sudah menyentuh Rp 26.000 per liter. Sementara itu, pengguna di Riau dan Kalimantan Selatan harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 27.150 per liter.
Selisih harga antarprovinsi ini bukan tanpa alasan. Pertamina menjelaskan perbedaan terjadi karena besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah. Semakin tinggi tarif PBBKB di suatu provinsi, semakin mahal pula harga BBM nonsubsidi di SPBU setempat.
Kebijakan harga berbeda berlaku di kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam. Di wilayah ini, harga BBM nonsubsidi tercatat lebih rendah secara signifikan karena regulasi khusus yang membebaskan produk dari sejumlah komponen pajak dan bea masuk. Hal ini membuat harga Pertamax di Batam, misalnya, bisa bersaing dengan harga di DKI Jakarta meskipun secara geografis berada di luar Pulau Jawa.
Fenomena ini menarik karena justru menciptakan disparitas harga yang kontras: pengguna di Riau yang berdekatan dengan Batam harus membayar lebih mahal untuk produk yang sama. Situasi ini kerap dimanfaatkan pemilik kendaraan di perbatasan untuk mengisi BBM di SPBU FTZ saat berkunjung ke wilayah tersebut.
Berikut rincian harga yang berlaku di berbagai zona, dikutip dari rilis resmi Pertamina Patra Niaga:
Khusus untuk Pertamax Green 95, varian ini hanya tersedia di wilayah Jawa, Bali, dan NTB dengan harga Rp 12.900 per liter. Produk ini merupakan bensin dengan oktan 95 yang dicampur etanol, menyasar pengguna yang ingin opsi lebih ramah lingkungan dibanding Pertamax biasa.
Bagi pemilik kendaraan bermesin diesel yang menggunakan Dexlite atau Pertamina Dex, penting untuk mengecek stok di SPBU tujuan sebelum melakukan perjalanan antarprovinsi. Lonjakan harga di beberapa daerah tidak selalu diikuti dengan ketersediaan pasokan yang merata. Pengguna juga disarankan membandingkan harga antar SPBU di satu kota, karena perbedaan PBBKB bisa membuat selisih hingga ribuan rupiah per liter.
Belum ada sinyal dari Pertamina mengenai kemungkinan penurunan harga dalam waktu dekat. Dengan harga minyak mentah dunia yang masih fluktuatif, kebijakan evaluasi bulanan seperti yang diterapkan sejak 4 Mei lalu kemungkinan akan menjadi pola baru untuk BBM nonsubsidi ke depan.