MAKASSAR — Keputusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengikat Joko Widodo sebagai patron perjuangan politik diyakini akan mengubah dinamika persaingan partai di Sulawesi Selatan. Pengaruh elektoral Jokowi yang masih kuat di daerah dianggap sebagai modal besar bagi PSI yang selama ini identik dengan pemilih muda.
Pernyataan resmi itu disampaikan Bestari Barus kepada wartawan, Kamis (14/5/2026). “Pak Jokowi itu di PSI sudah gitu. Dia akan bersama kami, dan kita sudah menetapkan beliau sebagai patron politik perjuangan PSI ke depan,” tegas Bestari.
Bestari memastikan dukungan Jokowi bukan sekadar retorika. Dalam Rakernas PSI Januari 2026 lalu, Jokowi menyatakan kesiapannya membantu pemenangan partai hingga turun langsung ke daerah-daerah, termasuk tingkat kabupaten/kota dan kecamatan.
“Komitmen itu bukan sekadar dukungan simbolik. Beliau siap hadir membangun semangat kader,” ujar Bestari.
Jika terealisasi, kedatangan Jokowi ke Sulsel akan menjadi suntikan energi besar bagi PSI. Wilayah ini selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung suara yang kerap menjadi barometer politik nasional.
Sejalan dengan penetapan patron politik, PSI juga memperkuat identitas baru partai dengan simbol gajah. Hewan itu dipersepsikan mewakili kekuatan, solidaritas, kecerdasan, dan daya tahan dalam pertarungan politik jangka panjang.
Seruan “Gajaaah!!!” kini kerap digaungkan kader PSI dalam setiap agenda partai. Ini menjadi bagian dari upaya membangun semangat kolektif dan identitas baru menjelang kontestasi nasional mendatang.
Keputusan PSI menjadikan Jokowi sebagai magnet elektoral diprediksi akan mengubah peta persaingan antarpartai di Sulsel. Sejumlah pengamat menilai langkah ini bisa menggerus basis suara partai-partai lain yang selama ini mengklaim dekat dengan Jokowi.
PSI sendiri selama ini berupaya memperluas pengaruh dengan menggabungkan kekuatan anak muda dan efek elektoral Jokowi yang masih kuat di masyarakat. Sulsel, dengan jumlah pemilih muda yang signifikan, menjadi medan uji strategi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari partai lain di Sulsel terkait langkah politik PSI tersebut.