Pencarian

Perbaikan Gardu Jeneponto dan Palu Tuntas, PLN Janji Setop Pemadaman Listrik di Sulsel Mulai 6 September 2026

Minggu, 06 September 2026 • 12:51:31 WIB
Perbaikan Gardu Jeneponto dan Palu Tuntas, PLN Janji Setop Pemadaman Listrik di Sulsel Mulai 6 September 2026

TOPSULSEL.COM — Pasokan listrik di Sulawesi Selatan dijadwalkan kembali normal menyusul komitmen PT PLN yang menghentikan pemadaman bergilir mulai Minggu, 6 September 2026. Kepastian tersebut muncul usai perbaikan dua gardu penopang daya di Jeneponto dan Palu ditargetkan rampung pada Sabtu, 5 September 2026. Anggota Komisi VI DPR RI Ismail Bahtiar mengonfirmasi langkah pemulihan jaringan sekaligus meminta warga melapor jika pemadaman masih berlanjut.

Krisis listrik yang memicu jadwal pemadaman di berbagai daerah Sulsel sebelumnya dipicu oleh kerusakan teknis pada infrastruktur utama serta faktor iklim ekstrem. Tekanan suplai meningkat drastis akibat fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang, sehingga debit air di sejumlah bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menyusut drastis.

Mengapa Pemadaman Bergilir Terjadi di Sulawesi Selatan?

Selain defisit pasokan air pada pembangkit hidro, kerusakan terjadi pada dua fasilitas transmisi vital yang selama ini menopang kebutuhan daya interkoneksi Sulawesi. Gardu yang terdampak masing-masing berlokasi di Jeneponto, Sulawesi Selatan, dan Palu, Sulawesi Tengah.

Kerusakan ganda tersebut langsung memangkas volume daya yang dialirkan ke jaringan pelanggan. Kondisi ini memaksa operator melakukan pengurangan beban harian secara bergilir demi menjaga stabilitas sistem jaringan listrik antarwilayah.

Target Penuntasan Perbaikan Dua Gardu Listrik

Proses pemulihan infrastruktur tersebut kini berada pada tahap akhir. Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Ismail Bahtiar, mengungkapkan komitmen PLN terkait jadwal pemulihan pasokan energi bagi masyarakat Sulsel.

"Dua gardu yang sebelumnya mengalami kerusakan, satu di Palu dan satu di Jeneponto, hari ini 5 September 2026 ditargetkan tuntas perbaikannya," kata Ismail Bahtiar.

Dengan beroperasinya kembali kedua gardu tersebut tepat waktu per 5 September 2026, sistem transmisi diharapkan mampu menyalurkan beban normal secara bertahap. Efek penghentian pemadaman bergilir secara menyeluruh diproyeksikan berlaku efektif keesokan harinya.

Langkah Warga Jika Aliran Listrik Masih Padam

Ismail mengapresiasi kerja keras jajaran teknisi PLN yang mempercepat pemulihan fasilitas kelistrikan di lapangan agar aktivitas warga serta pelaku usaha lokal tidak terganggu lebih lama.

Meski komitmen penghentian pemadaman sudah ditetapkan per 6 September 2026, warga diminta tetap aktif memantau kondisi jaringan di lingkungan masing-masing. Ismail mengimbau masyarakat segera menyampaikan aduan resmi ke pihak PLN apabila kendala mati lampu masih ditemukan di wilayahnya setelah tanggal jaminan pemulihan tersebut.

Follow topsulsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks