SULAWESI SELATAN — Sebanyak 50 nasabah terpilih dari wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat mengikuti program Umrah Berkah yang digelar perdana oleh Bank Capital. Mereka merupakan nasabah segmen prapensiun dan pensiun yang dinilai memiliki loyalitas tinggi terhadap perseroan.
Kredit Pensiun Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis Bank Capital
Direktur Utama Bank Capital, Kurniawan Halim, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi atas kepercayaan nasabah. "Kami mendoakan agar seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan perlindungan selama menjalankan rangkaian ibadah," ujarnya dalam acara manasik umrah, Selasa (28/7). Acara tersebut turut dihadiri Direktur Digital & Consumer Banking Bank Capital, Febriyanti Ika Sari.
Lonjakan kredit pensiun sebesar 322% menjadi indikator utama keberhasilan strategi bisnis Bank Capital di segmen ini. Pertumbuhan tersebut jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang berkisar di angka 10-15% untuk kategori kredit konsumsi. Artinya, Bank Capital berhasil menggarap ceruk pasar yang spesifik dengan pendekatan personal.
Strategi Membangun Hubungan Jangka Panjang
Menurut Kurniawan, program Umrah Berkah bukan sekadar acara seremonial. Inisiatif ini dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan dan menyediakan program yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pensiun. "Kami berharap para peserta dapat kembali ke Tanah Air dengan sehat dan selamat," tambahnya.
Langkah Bank Capital ini menarik dicermati. Di tengah tren perbankan yang gencar menggarap segmen muda dan digital, Bank Capital justru fokus memperkuat basis nasabah pensiun yang memiliki karakteristik arus kas tetap dan risiko kredit rendah. Program umrah menjadi value proposition yang membedakan mereka dari kompetitor.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham dan Nasabah?
Bagi investor, pertumbuhan kredit pensiun tiga kali lipat menandakan potensi pendapatan bunga bersih (net interest income) yang lebih solid ke depan. Namun, perlu dicermati juga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) segmen ini untuk memastikan kualitas pertumbuhan.
Bagi nasabah, terutama yang berada di segmen pensiun dan prapensiun, program seperti Umrah Berkah memberikan nilai tambah di luar layanan perbankan konvensional. "Ini bukan soal nominal, tapi soal perhatian," ujar salah satu peserta yang enggan disebut namanya.
Bank Capital tampaknya ingin membuktikan bahwa di era digital, sentuhan personal dan layanan berbasis kebutuhan spesifik masih menjadi senjata ampuh untuk memenangkan hati nasabah. Dengan pertumbuhan kredit pensiun yang melesat, strategi ini patut diikuti para kompetitor.