Pencarian

Pemulung di Makassar Khawatir Kehilangan Penghasilan Usai Kebijakan Pilah Sampah Mulai 1 Agustus, Akses TPA Tamangapa Sempat Ditutup

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:21:02 WIB
Pemulung di Makassar Khawatir Kehilangan Penghasilan Usai Kebijakan Pilah Sampah Mulai 1 Agustus, Akses TPA Tamangapa Sempat Ditutup
Pemulung berkerumun di kawasan TPA Tamangapa, Antang, Makassar, sebagai bentuk protes atas kebijakan pemilahan sampah yang akan diterapkan mulai 1 Agustus.

MAKASSAR — Kekhawatiran para pemulung di Kota Makassar memuncak jelang penerapan aturan pemilahan sampah yang akan diberlakukan pada 1 Agustus. Sebuah video yang kemudian viral di media sosial menunjukkan mereka berkumpul di kawasan TPA Tamangapa, Antang, dan menutup akses jalan menuju lokasi sebagai bentuk protes.

Mengapa Pemulung Menolak Kebijakan Pilah Sampah?

Dalam rekaman video yang beredar, tertulis narasi bahwa aksi tersebut dilakukan karena para pemulung takut kehilangan sumber penghasilan utama mereka. “Mereka khawatir kehilangan mata pencaharian jika aturan pilah sampah mulai diterapkan,” ujar perekam video yang terdengar dalam rekaman tersebut. Massa yang mayoritas adalah pemulung memblokade jalan dengan duduk di tepi jalan di sekitar area TPA.

Kebijakan pemilahan sampah dari hulu, yang mewajibkan warga memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang, dinilai akan memangkas akses para pemulung terhadap barang-barang bernilai jual yang biasanya mereka dapatkan dari tumpukan sampah di TPA. Bagi mereka, sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan botol adalah komoditas yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari.

Apa Isi Kebijakan Pemkot Makassar?

Pemerintah Kota Makassar berencana menerapkan sistem pemilahan sampah secara ketat mulai 1 Agustus. Tujuannya adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan meningkatkan efektivitas daur ulang. Namun, sosialisasi yang belum maksimal dan minimnya skema transisi bagi pemulung menjadi pemicu utama ketegangan di lapangan.

Para pemulung yang selama ini menggantungkan hidup dari memilah sampah di TPA Tamangapa merasa kebijakan ini akan memutus rantai ekonomi mereka secara tiba-tiba. Mereka menuntut adanya jaminan atau program alternatif dari pemerintah sebelum aturan tersebut dijalankan secara penuh.

Video Viral Picu Perdebatan Warganet

Video aksi tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan. Sebagian warganet menyuarakan empati terhadap nasib para pemulung, sementara yang lain mendukung langkah pemerintah untuk menertibkan pengelolaan sampah kota. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar mengenai tindak lanjut atas aksi protes tersebut.

TPA Tamangapa sendiri merupakan lokasi pembuangan akhir utama bagi sampah dari seluruh wilayah Kota Makassar. Aktivitas pemulung di sana telah berlangsung puluhan tahun dan menjadi ekosistem ekonomi informal yang menopang ratusan keluarga.

Bagikan
Sumber: kabarmakassar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks