SULAWESI SELATAN — Toyota resmi mempertahankan Tacoma Hybrid untuk tahun model 2027 tanpa perubahan signifikan sejak peluncuran pertamanya di 2024. Pabrikan Jepang ini tetap mengandalkan formula i-Force Max: mesin 2.4-liter turbo empat silinder yang dipadukan motor listrik dan transmisi otomatis 8-percepatan. Hasilnya, tenaga gabungan mencapai 326 hp dan torsi 465 lb-ft — yang menjadikannya salah satu varian terkuat di segmen mid-size pickup.
Bobot Ekstra Jadi Musuh Akselerasi
Ironisnya, kelebihan 45 hp dibanding Tacoma bensin tidak terasa di trek lurus. Tim penguji Car and Driver mencatat TRD Off-Road mencapai 60 mph dalam 7,6 detik, sementara TRD Pro butuh 7,7 detik. Kedua angka ini lebih lambat "beberapa detik" dari varian non-hibrida yang sudah diuji sebelumnya. Penyebabnya jelas: baterai nikel-metal hidrida dan motor listrik menambah bobot signifikan pada sasis.
Di atas kertas, torsi 465 lb-ft terdengar mengesankan. Namun saat pengujian off-road simulasi, TRD Pro justru mencuri perhatian berkat suspensi 2,5 inci dengan reservoir jarak jauh dan anti-roll bar depan yang bisa dilepas. "TRD Pro menghadirkan tingkat kehalusan yang mengejutkan," tulis reviewer, mencatat kemampuan meredam benturan saat truk sedikit melompat di jalur off-road.
Iritasi Utama: Irit BBM Hanya Teori
Klaim Toyota soal efisiensi bahan bakar menjadi nilai jual utama Tacoma Hybrid. EPA mencatat angka 22 mpg kota, 24 mpg jalan tol, dan 23 mpg kombinasi. Namun pengujian dunia nyata Car and Driver pada rute 75 mph justru mencatat angka 17 mpg untuk varian Trailhunter. Meski Trailhunter dibekali ban 33 inci Goodyear Territory R/T dan perlengkapan off-road yang boros BBM, selisih dengan varian bensin yang hanya 1 mpg lebih boros di kota tetap mengecewakan.
Perbandingan dengan kompetitor makin memperjelas posisi Tacoma Hybrid. Ford Ranger non-hibrida berhasil unggul dalam pengujian konsumsi BBM 75 mph yang sama, plus kapasitas penarik lebih tinggi. Bahkan Chevrolet dan GMC di segmen yang sama mampu menarik beban lebih besar dari batas maksimum Tacoma Hybrid yang cuma 6.000 pon.
Tiga Level Trim dengan Karakter Berbeda
Tacoma Hybrid tidak dijual untuk semua kalangan. Toyota membatasi opsi hibrida hanya untuk varian off-road seperti Trailhunter dan TRD Pro, plus Limited yang lebih urban. TRD Pro menjadi pilihan paling menarik bagi pecinta off-road berat berkat underbody protection, ban 33 inci, dan suspensi khusus. Sementara Limited menawarkan kenyamanan berkendara di aspal tanpa mengorbankan kemampuan off-road sepenuhnya.
Sayangnya, tidak ada varian entry-level dengan harga terjangkau seperti yang ditawarkan Tacoma bensin. Bagi pembeli yang mementingkan nilai, varian non-hibrida tetap menjadi pilihan lebih rasional: akselerasi lebih cepat, harga lebih rendah, dan kapasitas penarik lebih besar. Toyota sendiri mengkonfirmasi bahwa kapasitas muat maksimal Tacoma Hybrid mencapai 1.709 pon, hanya unggul 4 pon dari versi bensin.
Kesimpulan untuk Pasar Indonesia
Meski Tacoma Hybrid belum resmi dijual di Indonesia, dinamika yang terungkap relevan bagi penggemar off-road Tanah Air. Sistem hibrida yang mulus dan kemampuan off-road yang tak diragukan memang menjadi daya tarik, tapi trade-off berupa akselerasi lebih lambat dan efisiensi BBM minim membuat harga premium sulit dipertahankan. Bagi yang benar-benar membutuhkan tenaga ekstra untuk medan berat, TRD Pro layak dipertimbangkan. Tapi untuk penggunaan harian, Tacoma bensin standar masih menjadi pilihan paling masuk akal.