Pencarian

Kapolda Sulsel Buka Pendidikan 140 Calon Bintara Polri Gelombang II, Enam Polda Kirim Peserta

Senin, 20 Juli 2026 • 19:46:31 WIB
Kapolda Sulsel Buka Pendidikan 140 Calon Bintara Polri Gelombang II, Enam Polda Kirim Peserta
Kapolda Sulsel memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT bagi 140 peserta di Lapangan SPN Polda Sulsel.

MAKASSAR — Sebanyak 140 peserta didik resmi mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri berkualifikasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) tahun anggaran 2026. Upacara pembukaan digelar di Lapangan SPN Polda Sulsel dan dipimpin langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro.

Rincian Peserta: Polda Sulsel Dominasi, Empat Polda Tetangga Ikut Serta

Jumlah peserta terbanyak berasal dari Polda Sulsel, yakni 60 orang. Sisanya tersebar dari Polda Sulawesi Utara sebanyak 34 orang, Polda Sulawesi Tengah 23 orang, Polda Gorontalo 12 orang, Polda Sulawesi Tenggara 10 orang, dan satu orang dari Logistik Polri.

Dalam amanat yang dibacakan Kapolda, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri menyebut para peserta sebagai putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar. “Selamat kepada seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri berkualifikasi SPKT Tahun Anggaran 2026,” ujar Kapolda.

Tema Pendidikan: Moral dan Literasi untuk Dukung Program Pemerintah

Pendidikan tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.” Tema itu menekankan moral dan integritas sebagai fondasi utama bagi setiap anggota Bhayangkara.

Dalam amanat tersebut dijelaskan, kewenangan kepolisian tanpa disertai moral dan integritas berpotensi menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Pendidikan ini juga menyasar dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui filosofi “tata tentram kerta raharja” — menciptakan keamanan dan ketertiban untuk menjamin kegiatan ekonomi yang berkeadilan.

Kurikulum Berbasis Capaian Akhir, Bukan Sekadar Kelulusan

Pendidikan pembentukan kali ini menggunakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kurikulum itu menempatkan capaian akhir lulusan sebagai pusat dari seluruh proses, dengan menekankan kemampuan, sikap, dan standar kinerja yang wajib dimiliki setiap peserta didik.

Kapolda Sulsel menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari terselesaikannya materi pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan peserta memahami dan mengimplementasikan tugas pokok kepolisian secara profesional. Ia berharap seluruh peserta menjalani pendidikan dengan disiplin tinggi serta menjunjung moralitas dan integritas.

Bagikan
Sumber: jurnalpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks