MAKASSAR — Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro tidak main-main dengan tuntutan zaman. Di hadapan para Kasat Intelkam dan jajaran personel yang hadir di Aula Mappaoddang, ia memerintahkan agar fungsi intelijen kepolisian tidak lagi bekerja secara konvensional. Transformasi digital, menurutnya, bukan lagi pilihan melainkan keharusan.
“Intelijen keamanan harus mampu bertransformasi secara profesional menuju sistem yang modern guna mendukung program prioritas Polri, khususnya yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat,” ujar Kapolda dalam sambutannya.
Deteksi Dini Berbasis Teknologi Jadi Prioritas
Kapolda secara spesifik menyoroti optimalisasi kemampuan siber intelijen. Ia menilai perkembangan ancaman di ruang digital berlangsung sangat cepat. Personel Intelkam dituntut adaptif agar mampu mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini, sebelum meluas menjadi masalah sosial.
“Berikan masukan yang tepat, cepat, dan akurat, karena hal tersebut akan sangat menentukan langkah dan kebijakan pimpinan ke depan,” tegas alumnus Akpol 1991 itu.
Personel Intelkam Harus Bisa Lawan Hoaks
Salah satu arahan yang ditekankan dalam Rakernis ini adalah peningkatan kemampuan operasi digital. Kapolda meminta setiap personel tidak hanya mampu mencegah kejahatan siber, tetapi juga aktif meluruskan penyebaran informasi palsu atau hoaks. Ia menilai hoaks kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Untuk memperkuat deteksi dini, jajaran Intelkam diminta memanfaatkan teknologi pemetaan potensi kerawanan. Kapolda juga mendorong sinergi dengan berbagai pihak—mulai dari instansi terkait, tokoh masyarakat, hingga komunitas digital—dalam menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Selatan.
Fungsi Intelkam: Mata dan Telinga Pimpinan
Di akhir sambutannya, Kapolda mengingatkan kembali peran strategis fungsi Intelkam. Ia menyebut fungsi ini sebagai “mata dan telinga pimpinan” yang bertugas menyajikan informasi serta analisis cepat dan akurat. Informasi itu, lanjutnya, menjadi dasar pengambilan kebijakan di lingkungan Polda Sulsel.
Rakernis yang berlangsung sehari ini dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, para pejabat utama Polda, serta perwakilan personel dari satuan kerja dan jajaran Polres se-Sulsel.