MAKASSAR — Sebanyak empat mahasiswi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar mengunjungi Kantor LAZNAS BMH Perwakilan Sulawesi Selatan pada Senin (13/7/2026). Mereka datang untuk mempelajari secara langsung sistem penghimpunan dan pendistribusian dana ZIS yang diterapkan lembaga tersebut.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung di kantor BMH, para mahasiswa menggali informasi tentang profil kelembagaan, mekanisme penghimpunan dana, sistem pelaporan, hingga prinsip akuntabilitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik di lapangan.
Fokus Distribusi ke Wilayah 3T
Perwakilan BMH Sulawesi Selatan, M. Khairil, menjelaskan bahwa lembaganya berkomitmen mengelola dana umat secara amanah, profesional, dan transparan sesuai prinsip syariah. Ia menegaskan seluruh proses dari penghimpunan hingga pendistribusian dilakukan dengan tata kelola yang baik.
“Program-program BMH tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan agar mampu mendorong kemandirian ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat,” jelas Khairil.
Ia menambahkan, fokus utama pendistribusian BMH diarahkan ke wilayah 3T, yakni Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Pendekatan ini memastikan manfaat zakat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan di Sulawesi Selatan.
Sinergi Akademisi dan Lembaga Zakat
Melalui kunjungan ini, para mahasiswa memperoleh gambaran langsung tentang pentingnya profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan dana ZIS. Pengalaman ini menjadi bekal untuk memahami bagaimana lembaga zakat beroperasi secara riil di tengah masyarakat.
BMH Sulawesi Selatan menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Pihaknya berharap sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga zakat dapat terus diperkuat ke depannya.
Kolaborasi ini dinilai mampu meningkatkan literasi zakat sekaligus melahirkan generasi yang peduli terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional.