Pencarian

Mensesneg Sebut Distribusi BBM ke Masyarakat Lebih Penting Ketimbang Status TNI Jadi Sopir Truk

Kamis, 16 Juli 2026 • 11:38:01 WIB
Mensesneg Sebut Distribusi BBM ke Masyarakat Lebih Penting Ketimbang Status TNI Jadi Sopir Truk
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan prioritas distribusi BBM ke masyarakat lebih penting daripada status TNI sebagai sopir truk.

SULAWESI SELATAN — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa langkah penugasan prajurit TNI sebagai sopir truk pengangkut BBM di Sumatera Utara semata-mata untuk menjaga kelancaran distribusi. Menurutnya, yang menjadi prioritas utama bukanlah status institusi pengemudi, melainkan terpenuhinya kebutuhan bahan bakar masyarakat.

"Bukan masalah TNI-nya tapi bagaimana memastikan seluruh proses distribusi tidak boleh ada gangguan sedikitpun untuk memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pemicu Kekacauan: PHK Massal Sopir Truk Tangki

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan bahwa krisis distribusi ini dipicu oleh persoalan internal perusahaan mitra Pertamina. Pemecatan massal terhadap sopir truk pengangkut BBM membuat rantai pasok terputus di Fuel Terminal Medan.

Bobby menjelaskan, pemerintah provinsi kemudian berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menerjunkan personel sebagai sopir sementara. Langkah ini diambil agar distribusi bisa kembali normal tanpa harus menunggu selesainya proses rekrutmen sopir baru oleh pihak perusahaan.

"TNI/Polri mengecek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Kami minta mulai malam ini personel sudah siap untuk kontrol. Pemerintah siap men-cover sementara," ujar Bobby.

Strategi Darurat Pertamina: Operasi 24 Jam dan Armada Tambahan

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan bahwa stok BBM di terminal sebenarnya dalam kondisi aman. Kendala utama terletak pada pola distribusi yang terganggu akibat kekurangan awak mobil tangki (AMT).

Untuk mempercepat penyaluran, perusahaan meluncurkan sejumlah langkah darurat. Fuel Terminal Medan Group kini beroperasi 24 jam tanpa henti. Pertamina juga mengerahkan 35 unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter.

Bantuan personel sopir diperkuat oleh dukungan dari Bekang TNI dan Kodaeral I Belawan. Selain itu, alih suplai dilakukan dengan mengoptimalkan pasokan cadangan dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.

Keselamatan Tetap Prioritas di Tengah Tekanan Distribusi

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa seluruh langkah percepatan ini tetap mengedepankan standar keselamatan. Personel TNI yang ditugaskan dipastikan telah memiliki kompetensi dasar mengemudikan kendaraan berat.

"Kami terus melakukan berbagai upaya percepatan agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan optimal. Melalui dukungan armada dan personel tambahan, kami berupaya memastikan penyaluran ke seluruh SPBU berlangsung lebih cepat," ujar Fahrougi.

Hingga berita ini diturunkan, antrean di sejumlah SPBU Medan mulai terurai. Pemerintah daerah bersama TNI dan Pertamina terus memantau situasi di lapangan untuk mencegah terulangnya kelangkaan serupa.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks