MAKASSAR — Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menyebut agen-agen ini akan menjadi ujung tombak program Piloting Digital Bantuan Sosial. Mereka bertugas mendampingi masyarakat mendaftar dan memperbarui data melalui aplikasi Perlinsos.
Mengapa ASN yang Dipilih Jadi Agen?
Pelibatan ASN, menurut Kepala UPT Rumah Penampungan dan Trauma Centre (RPTC) Dinsos Makassar Masri Tajuddin, bertujuan menjaga objektivitas. "Selama ini sering muncul anggapan bahwa bantuan hanya diberikan kepada keluarga RT atau lurah. Dengan melibatkan ASN, prosesnya diharapkan lebih transparan dan akuntabel," ujarnya di Makassar, Selasa.
Hingga saat ini, lebih dari 5.000 agen telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD). Jumlah itu diraih setelah Dinas Sosial berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Uji Coba Pertama di Tallo, Target Utama Warga Paling Miskin
Tahap awal program sudah diuji coba di Kelurahan Lakkang dan Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo. Sebanyak 80 agen diterjunkan, didampingi langsung tim Kementerian Sosial RI.
Sasaran prioritas pendataan adalah masyarakat kategori desil 1 dan desil 2—kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Namun ke depan, aplikasi Perlinsos akan menjangkau seluruh warga Makassar. Pemerintah ingin memiliki basis data sosial yang lengkap, akurat, dan mutakhir.
Pelatihan Massal Segera Digelar
Dinas Sosial saat ini menyusun jadwal pelatihan lanjutan agar seluruh agen bisa segera bertugas. Selain ASN, program ini juga melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK, hingga PPPK Paruh Waktu yang berusia di bawah 40 tahun di lingkungan Pemkot Makassar.
Sekretaris Daerah Kota Makassar bertindak sebagai koordinator pelaksanaan program. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital bansos yang diharapkan meminimalkan kesalahan sasaran penerima bantuan.