Pencarian

10 Komunitas Hobi Aktif di Sulawesi Selatan yang Bisa Kamu Ikuti, Lengkap dengan Lokasi dan Jadwal

Jumat, 10 Juli 2026 • 22:31:01 WIB
10 Komunitas Hobi Aktif di Sulawesi Selatan yang Bisa Kamu Ikuti, Lengkap dengan Lokasi dan Jadwal
Komunitas Makassar Street Photography rutin berkegiatan setiap Minggu pagi di Benteng Rotterdam dan Pasar Terong.

Makassar bukan cuma kota transit. Di balik hiruk-pikuknya, ada puluhan komunitas hobi yang ngumpul rutin tiap pekan. Dari yang nongkrong di kafe sambil bahas kamera sampai yang bangun subuh demi lari pagi di Pantai Losari. Kalau kamu baru pindah ke Sulsel atau sekadar ingin cari teman baru, komunitas-komunitas ini pintu masuknya.

Artikel ini cuma berisi 10 komunitas yang paling aktif dan gampang diakses. Semua informasi didapat dari anggota langsung atau pantauan media sosial resmi mereka per Februari 2026. Bukan daftar asal-asalan.

1. Makassar Street Photography (MSP)

Komunitas fotografer jalanan ini paling sering kelihatan di sekitar Benteng Rotterdam dan Pasar Terong. Mereka ngumpul tiap Minggu pagi jam 06.00 WITA, jalan kaki sambil jepret aktivitas warga.

Tidak ada iuran bulanan. Cukup bawa kamera apa pun—HP juga boleh. Koordinator lapangan mereka, Andi, biasanya ngasih tema khusus tiap pekan, misalnya "bayangan" atau "warna pasar". Hasil foto sering dipajang di akun Instagram @makassarstreetphotography.

2. Komunitas Lari Makassar Runners

Basecamp mereka di Anjungan Pantai Losari. Lari bersama setiap Rabu malam jam 19.30 WITA dan Minggu pagi jam 05.30 WITA. Rute favorit: dari Anjungan sampai ke Pantai Akkarena, bolak-balik sekitar 7 kilometer.

Anggota baru langsung gabung tanpa registrasi. Cukup datang, kenalan, lalu ikut stretching bareng. Beberapa anggota juga sering ikut event lari nasional, jadi ini tempat yang pas kalau kamu serius ningkatin pace.

3. Makassar Bikers Brotherhood (MBB)

Bukan sekadar kumpul motor gede. MBB aktif ngadain touring setiap bulan ke Bantimurung atau Malino. Kopdar rutin tiap Jumat malam di salah satu kafe di Jalan Boulevard, jam 20.00 WITA.

Mereka menerima semua jenis motor. Aturan utamanya cuma satu: safety gear wajib. Iuran sukarela untuk bensin dan konsumsi pas touring. Informasi pendaftaran bisa dicek lewat Instagram @makassarbikers.

4. Komunitas Tanaman Hias Makassar (KTHM)

Anggotanya membengkak setelah pandemi. Sekarang mereka ngumpul setiap Sabtu pagi di Taman Macan, Jalan Sultan Alauddin. Bukan cuma jualan tanaman, tapi juga diskusi soal media tanam dan hama.

Ada sesi barter tanaman setiap bulan. Harga tanaman di sini lebih murah 20-30% dibanding toko online karena langsung dari hobiis. Kalau kamu baru mulai merawat aglonema atau monstera, komunitas ini menyelamatkan dompet.

5. Makassar Board Game Community (MBGC)

Ngumpul di salah satu kafe di Jalan Somba Opu setiap Sabtu sore. Mereka main game seperti Catan, Codenames, dan Dixit. Anggota baru tidak perlu punya board game sendiri.

Cukup bayar minum di kafe sebagai tiket masuk. Suasananya santai, banyak diskusi seru. Cocok buat kamu yang bosan dengan nongkrong biasa dan ingin tantangan otak.

6. Komunitas Hiking Sulawesi Selatan (KHSS)

Jadwal pendakian mereka teratur: minimal sekali sebulan. Destinasinya variatif, dari Gunung Bawakaraeng sampai air terjun di Kabupaten Gowa. Pendaftaran dibuka dua minggu sebelum pendakian.

Biaya patungan untuk transportasi dan logistik. Untuk pendakian ke Bawakaraeng misalnya, biaya per orang sekitar Rp150.000-Rp200.000. Mereka juga ngasih edukasi soal teknik mendaki dan survival dasar buat anggota baru.

7. Makassar Photography Club (MPC)

Berbeda dengan MSP yang fokus street, MPC lebih ke potret dan lanskap. Workshop rutin diadakan tiap bulan di studio salah satu anggota di daerah Panakukang. Materinya dari komposisi sampai editing Lightroom.

Biaya workshop bervariasi, mulai Rp50.000 sampai Rp150.000 per sesi. Sertifikat tidak diberikan, tapi ilmu yang didapat langsung praktik. Anggota senior seperti Iwan dan Rina sering jadi juri lomba foto tingkat kota.

8. Komunitas Sepeda Makassar (KSM)

Gowes bareng tiap Minggu pagi jam 06.00 WITA. Start dari Lapangan Karebosi, finish di Pantai Tanjung Bunga. Jarak tempuh sekitar 15 kilometer dengan kecepatan santai.

Semua jenis sepeda diterima, dari sepeda lipat sampai MTB. Tidak ada pungutan biaya. Mereka juga punya grup WhatsApp untuk koordinasi rute dan info jalan rusak.

9. Komunitas K-pop Dance Makassar

Latihan setiap Sabtu dan Minggu di salah satu sanggar tari di Jalan Pettarani. Mereka belajar koreografi lagu-lagu K-pop terbaru. Anggota baru tidak perlu punya pengalaman dance.

Biaya latihan Rp30.000 per sesi. Hasil latihan sering ditampilkan di acara komunitas atau festival lokal. Beberapa anggota bahkan pernah ikut kompetisi dance se-Sulawesi.

10. Komunitas Akustik Makassar (KAM)

Ngumpul tiap Jumat malam di salah satu kafe di Jalan Gunung Latimojong. Mereka main gitar, ukulele, dan harmonika. Suasananya santai, tidak ada panggung formal.

Cukup bawa alat musik sendiri. Kalau tidak punya, biasanya ada anggota yang pinjamkan. Mereka juga sering kolaborasi dengan komunitas seni lain untuk acara amal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah ada komunitas hobi yang gratis di Makassar?
Ya, sebagian besar komunitas seperti Makassar Street Photography dan Makassar Runners tidak memungut biaya. Cukup datang dan ikut kegiatan.

Bagaimana cara bergabung dengan komunitas hobi di Sulsel?
Cari akun Instagram komunitas yang kamu minati. Biasanya mereka mengumumkan jadwal kopdar atau kegiatan di story atau feed. Kamu bisa langsung datang ke lokasi yang disebutkan.

Apakah komunitas hobi di Sulawesi Selatan menerima anggota dari luar kota?
Tentu. Banyak anggota yang berasal dari Maros, Gowa, atau Pangkep. Mereka tetap bisa ikut kegiatan rutin atau gabung grup diskusi online.

Komunitas hobi apa yang paling aktif di Makassar?
Makassar Runners dan Makassar Street Photography termasuk yang paling konsisten. Kegiatannya rutin setiap pekan dan jumlah anggotanya besar.

Apakah ada komunitas hobi untuk anak muda di Sulsel?
Ada. Komunitas K-pop Dance Makassar dan Makassar Board Game Community didominasi anak muda usia 18-25 tahun. Suasananya santai dan ramah untuk pemula.

Sepuluh komunitas di atas hanya sebagian kecil dari ekosistem hobi yang tumbuh di Sulawesi Selatan. Kamu bisa memilih sesuai minat, datang langsung, dan lihat sendiri serunya. Tidak perlu malu—semua anggota dulunya juga pendatang baru.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks