Pencarian

Soal Jalan Ditanami Pisang, Gubernur Sulsel Sebut Proyek Kehilangan Rp 62 Miliar Anggaran Pusat Usai Polemik Viral

Kamis, 09 Juli 2026 • 13:04:01 WIB
Soal Jalan Ditanami Pisang, Gubernur Sulsel Sebut Proyek Kehilangan Rp 62 Miliar Anggaran Pusat Usai Polemik Viral
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan dampak polemik penanaman pisang terhadap anggaran proyek jalan.

MAROS — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengaku tidak bisa serta-merta mengubah prioritas pembangunan jalan hanya karena aksi protes warga yang viral. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyebut pengalaman pahit pernah terjadi ketika sebuah proyek jalan kehilangan dukungan finansial dari pemerintah pusat setelah polemik merebak di lapangan.

“Sudah banyak di TikTok protes. Ini saja kita bangun jalan 1000 km perencanaannya masih banyak tanam pisang. Kenapa? Karena ada yang bocorkan jumlah jalan. Saya bilang semakin tanam pisang semakin saya tidak kerja,” ujar Andi dalam rapat paripurna HUT Ke-67 Kabupaten Maros, dikutip dari Tribun Timur.

Anggaran Pusat Anjlok dari Rp 110 Miliar ke Rp 48 Miliar

Menurut Andi, nilai bantuan yang semula mencapai Rp 110 miliar untuk proyek tersebut anjlok menjadi Rp 48 miliar. Pemerintah provinsi kemudian menambal kekurangan lewat APBD sebesar Rp 30 miliar, sehingga total anggaran yang tersedia menjadi Rp 78 miliar.

Andi tidak merinci ruas jalan mana yang mengalami pemotongan anggaran itu. Namun, ia menegaskan bahwa polemik yang muncul di lapangan berdampak langsung pada kelangsungan pembangunan. “Kita bekerja sesuai dengan perencanaan dan program. Kalau cukup uang saya akan kerjakan semua bahkan dengan pakai emas kalau perlu,” katanya.

Pohon Pisang di Jalan Soppeng-Sidrap Jadi Pemicu

Pernyataan Gubernur itu merujuk pada aksi warga di Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada Juli 2023. Warga menanam pohon pisang di tengah lubang jalan poros Soppeng-Sidrap yang sudah lama rusak dan belum diperbaiki. Aksi itu viral di media sosial sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.

Andi juga mencontohkan pembangunan stadion yang sempat tertunda tiga tahun akibat demonstrasi. Menurut dia, jika setiap aksi protes langsung direspons dengan perubahan prioritas, kondisi serupa berpotensi terjadi di berbagai daerah. “Bayangkan kalau demo semua yang lain, saya tersiksa, Pak,” ujarnya.

Pemprov Tetap Berpegang pada Perencanaan Tahunan

Gubernur menegaskan bahwa seluruh ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel akan diperbaiki secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Pemerintah tidak akan bekerja berdasarkan tekanan viral, melainkan mengacu pada program dan perencanaan yang telah disusun.

“Semakin ditanami pisang, semakin saya tidak kerja,” kata Andi, menegaskan bahwa protes justru bisa menghambat aliran dana pusat ke daerah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Soal Jalan Ditanami Pisang, Gubernur Sulsel Ungkap Proyek Sempat Kehilangan Anggaran Pusat.

Bagikan
Sumber: makassar.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks