Pencarian

Warga Wajo Tanam Pohon Pisang di Jalan Provinsi yang Rusak Hampir 20 Tahun, Jadi Simbol Protes ke Pemprov Sulsel

Kamis, 09 Juli 2026 • 11:26:01 WIB
Warga Wajo Tanam Pohon Pisang di Jalan Provinsi yang Rusak Hampir 20 Tahun, Jadi Simbol Protes ke Pemprov Sulsel
Warga Desa Lautang menanam pohon pisang di jalan provinsi yang rusak parah sebagai bentuk protes.

WAJO — Puluhan warga Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, menanam puluhan pohon pisang di ruas jalan provinsi penghubung Wajo-Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Senin (6/7/2026) malam. Aksi itu menjadi bentuk protes lantaran jalan sepanjang enam kilometer tersebut disebut telah rusak parah selama hampir dua dekade tanpa perbaikan berarti. Warga memanfaatkan sorot lampu sepeda motor untuk menanam pohon setinggi satu hingga dua meter di permukaan jalan yang masih berupa tanah dan pasir.

Protes Tanpa Anarkis, Warga Bawa Cangkul dan Linggis

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, tampak puluhan warga mendatangi lokasi dengan membawa cangkul, linggis, dan kendaraan roda dua. Mereka menanam pohon pisang di sejumlah titik sepanjang ruas jalan yang rusak. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook milik Anwar, seorang warga setempat.

"Sudah hampir 20 tahun jalan provinsi penghubung Kabupaten Wajo dan Sidrap rusak parah," ujar Anwar, Rabu (8/7/2026). Menurutnya, kerusakan itu telah menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga. "Bahkan tidak pernah sedikit pun tersentuh oleh pemerintah pusat," ungkapnya.

Sudah Berkali-kali Lapor, Tak Ada Realisasi Perbaikan

Anwar menambahkan bahwa masyarakat sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada berbagai pihak. Namun, hingga aksi penanaman pohon pisang dilakukan, belum ada realisasi perbaikan. Ia menegaskan aksi tersebut merupakan simbol kekecewaan, bukan tindakan anarkis.

Desa Lautang sendiri berada sekitar 34 kilometer dari Kota Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo. Jalan yang diprotes membentang hingga perbatasan Kabupaten Sidrap dengan panjang sekitar enam kilometer. Kondisi jalan yang belum beraspal dan didominasi tanah serta pasir dinilai sangat menyulitkan mobilitas warga sehari-hari.

Gubernur Sulsel Sudah Lihat Protes di TikTok

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman merespons aksi warga tersebut. Ia mengaku sudah melihat protes itu melalui media sosial TikTok. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai langkah konkret yang akan diambil pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti keluhan warga Desa Lautang.

Bagikan
Sumber: makassar.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks