SULAWESI SELATAN — Keputusan ini diumumkan IOC pada Kamis (12/6) waktu setempat, dengan alasan bahwa alasan pembekuan yang diberlakukan sejak 2023 sudah "tidak lagi berlaku". Saat itu, IOC menjatuhkan sanksi karena ROC dinilai telah mengambil alih organisasi olahraga regional di wilayah Ukraina yang diduduki.
Aturan Ketat: Boleh Tanding, Bendera Masih Ditahan
Meski sanksi dibuka, IOC belum memberikan lampu hijau penuh. Bendera, warna, dan lagu kebangsaan Rusia belum diizinkan berkibar di arena Olimpiade. Keputusan soal ini masih akan dibahas lebih lanjut.
Syarat utama bagi atlet Rusia yang ingin bertanding adalah memenuhi persyaratan anti-doping yang ketat. IOC juga menegaskan tidak akan menggelar event di Rusia atau mengundang pejabat pemerintah Rusia ke acara-acaranya.
Angka yang Bicara: Dari 71 Medali Jadi Hanya 5
Dampak sanksi sebelumnya sangat terasa. Di Olimpiade Tokyo 2021, Rusia mengirim lebih dari 300 atlet dan membawa pulang 71 medali. Namun di Paris 2024, hanya 32 atlet Rusia dan Belarus yang tampil sebagai netral, dan total raihan medali mereka anjlok menjadi hanya lima keping.
Keputusan IOC ini pun langsung disambut hangat Moskow. Menteri Olahraga Rusia, Mikhail Degtyarev, menulis di Telegram bahwa IOC telah mengirim sinyal jelas: "Gerakan Olimpiade harus bebas dari politik."
Analisis: Langkah Kontroversial yang Sudah Terprediksi
Keputusan ini jelas akan memicu gelombang protes, terutama dari negara-negara Eropa. Ukraina dan sekutunya menilai langkah IOC justru memperkuat posisi Presiden Vladimir Putin dan memberinya kemenangan propaganda.
Namun, langkah ini bukanlah kejutan. Sejak Februari lalu, Presiden IOC Kirsty Coventry sudah berbicara tentang pentingnya olahraga sebagai "tempat netral" bagi atlet. Isyarat itu makin kuat saat Komite Paralimpiade Internasional (IPC) mengizinkan atlet Rusia bertanding di bawah bendera nasional pada Paralimpiade Musim Dingin 2026—untuk pertama kalinya sejak 2014.
IOC juga sadar akan tuduhan standar ganda. Di saat Rusia dihukum, negara lain yang melakukan aksi militer justru luput dari sanksi serupa. Namun bagi para kritikus, sanksi terhadap Rusia seharusnya baru dicabut jika pasukan Moskow benar-benar ditarik dari Ukraina.
Jadwal Kualifikasi dan Sikap Dunia Atletik
Rusia kini berencana mengikuti babak kualifikasi menuju LA 2028. Namun tantangan masih menanti. Federasi Atletik Dunia (World Athletics) pada Mei lalu justru menolak rekomendasi IOC untuk mencabut larangan terhadap atlet Belarus yang bertanding di bawah bendera nasional.
Belum ada kepastian apakah atlet dunia akan memboikot pertandingan seperti yang terjadi di ajang Paralimpiade. Saat itu, meski tak ada yang memboikot kompetisi, beberapa atlet memilih absen dari upacara pembukaan. Situasi serupa berpotensi terulang di Los Angeles.