MAROS — Momen haru mewarnai peringatan HUT ke-67 Kabupaten Maros yang digelar di gedung DPRD setempat. Di tengah deretan tamu undangan yang terdiri dari Gubernur Sulawesi Selatan, para kepala daerah, dan unsur Forkopimda, sosok Bupati Wajo Andi Rosman justru menjadi pusat perhatian.
Kehadirannya dianggap bukan sekadar kunjungan seremonial. Andi Rosman pernah mengabdi sebagai ASN di Maros selama kurang lebih 30 tahun, dengan jabatan terakhir sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Maros.
Disambut Khusus oleh Bupati Maros
Dalam sambutannya, Bupati Maros Chaidir Syam secara khusus menyapa Andi Rosman. Ia menyebut ikatan antara Bupati Wajo dengan Kabupaten Maros sangat kuat karena perjalanan panjang pengabdiannya di daerah itu.
“Khusus untuk Pak Bupati Wajo, Andi Rosman, selamat datang kembali. Semoga hubungan dan silaturahmi terus terjalin dan membawa berkah bagi kita semua,” ucap Chaidir di hadapan peserta rapat paripurna istimewa bertema “Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan”.
Pesan Bupati Wajo: Perkuat Sinergi Antardaerah
Dalam kesempatan itu, Andi Rosman menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Maros dan seluruh warganya. Ia berharap Maros terus berkembang sebagai daerah maju di Sulawesi Selatan.
“Selamat Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros. Semoga semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan sinergi antardaerah di Sulawesi Selatan terus terjalin dengan baik untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Andi Rosman, hubungan baik antar daerah di Sulawesi Selatan menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan. Ia menilai kolaborasi yang terbangun selama ini tidak lepas dari dukungan dan arahan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Batik Bugis dan Nuansa Emosional
Andi Rosman hadir mengenakan jas tutup Bugis berwarna merah marun, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Fatmawati Amin, yang tampil dengan busana bodo senada. Penampilan itu memperkuat nuansa emosional yang jarang terlihat dalam agenda pemerintahan.
Bagi masyarakat Wajo, kehadiran Andi Rosman di Maros menjadi simbol bahwa batas administratif tidak menghalangi terjalinnya persaudaraan. Hubungan yang dibangun selama puluhan tahun dalam birokrasi tetap terjaga, bahkan setelah ia dipercaya memimpin daerah lain.