Pencarian

Bupati Sidrap Minta Pelatihan Vokasi Tak Sekadar Sertifikat, Peserta Harus Langsung Bekerja atau Buka Usaha

Selasa, 07 Juli 2026 • 19:17:01 WIB
Bupati Sidrap Minta Pelatihan Vokasi Tak Sekadar Sertifikat, Peserta Harus Langsung Bekerja atau Buka Usaha
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menekankan pelatihan vokasi harus menghasilkan peserta yang siap bekerja atau berwirausaha.

SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memastikan program pelatihan vokasi yang bakal digelar di daerahnya benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi unggulan lokal. Ia menegaskan pelatihan tidak boleh berhenti pada pemberian materi atau sertifikat, melainkan harus berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Arahan itu disampaikan saat menerima kunjungan jajaran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).

Pemetaan Peserta Berdasarkan Potensi Daerah

Syaharuddin meminta agar peserta pelatihan dipetakan secara cermat sesuai kebutuhan Sidrap. Ia menyebut sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, dan industri pengolahan menjadi prioritas karena peluang kerjanya terbuka lebar.

“Silakan didata dan dipetakan sesuai kebutuhan daerah kita. Kita punya sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, dan industri pengolahan. Arahkan pelatihannya ke sana supaya tepat sasaran,” ujarnya.

Juru Parkir hingga Green Job, Ini Ragam Kompetensi yang Ditawarkan

Dalam pertemuan itu, Syaharuddin menyoroti pelatihan juru parkir sebagai salah satu kompetensi yang memiliki peluang kerja nyata. “Juru parkir itu bagus dan penting. Saya sudah lama ingin membuat kegiatan seperti itu. Kalau sekarang sudah ada Balai Pelatihan Vokasi, silakan dilaksanakan, dengan senang hati,” ungkapnya.

Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, memaparkan pihaknya memiliki ragam pelatihan fleksibel yang bisa disesuaikan dengan permintaan daerah. Selain juru parkir dan barista, tersedia pelatihan smart building, green job berbasis solar cell, hingga manajemen usaha dan pemasaran digital untuk pelaku UMKM.

“Kami perlu berkoordinasi dengan tim Bapak, khususnya Dinas Tenaga Kerja, agar data calon peserta sesuai dengan kebutuhan. Tujuannya supaya pelatihan yang kami berikan benar-benar menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan,” jelas Ashari.

Target Pasca-Pelatihan: Bekerja atau Berwirausaha

Syaharuddin mengingatkan agar program ini tidak berhenti saat pelatihan selesai. Ia meminta Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi bersama OPD terkait mengawal seluruh proses, mulai dari penyiapan peserta hingga tindak lanjut pasca-pelatihan.

“Harapan saya, kegiatan pelatihannya bukan hanya pelatihan. Setelah dilatih, mereka harus bisa langsung bekerja, membuka usaha, dan menambah penghasilan keluarga,” tegasnya.

BPVP di bawah Kementerian Ketenagakerjaan memiliki tiga balai di Sulawesi Selatan: Pangkep, Makassar, dan Bantaeng. Ketiganya bertugas memberikan pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.

Turut mendampingi bupati dalam pertemuan itu, Kepala DPMDPPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Syahrul Mubarak, Kepala Bagian Kerja Sama Andi Basse, Kepala BLK Sidrap Supiani, serta jajaran dinas terkait.

Bagikan
Sumber: katasulsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks