MEDAN — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa lagi setengah-setengah dalam membangun sistem penanggulangan bencana. Menurutnya, ketahanan pangan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi ekstrem harus berjalan beriringan.
“Forum ini membahas isu yang sangat strategis, yakni bagaimana pemerintah daerah mengantisipasi berbagai kondisi ekstrem sekaligus mempersiapkan sistem ketahanan pangan yang kuat untuk menghadapi tantangan ke depan,” ujar Munafri dalam keterangan yang diterima, Rabu.
Dialog Kota Tangguh Bersama: Kolaborasi Pusat-Daerah
Dialog yang digelar di Grand City Hall itu menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Munafri menilai forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarpemerintah dalam membangun kota yang adaptif dan berkelanjutan.
Program Tangguh Bersama yang diinisiasi Kemendagri, kata dia, merupakan gerakan kolaboratif nasional. Tujuannya membangun budaya tangguh, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, dan menjaga keberlangsungan pelayanan publik di daerah.
Mengapa Ketahanan Pangan Jadi Prioritas?
Menurut Munafri, ketahanan pangan menjadi salah satu sektor yang paling rentan terdampak perubahan iklim dan bencana. Tanpa sistem distribusi dan cadangan pangan yang kuat, masyarakat akan kesulitan saat kondisi darurat.
“Pemerintah daerah dituntut memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kondisi ekstrem, sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga,” jelasnya.
Rakernas APEKSI 2026: 98 Kota Bahas Risiko Iklim
Rakernas XVIII APEKSI 2026 diikuti kepala daerah dari 98 pemerintah kota se-Indonesia. Selain isu kebencanaan dan pangan, forum ini juga membahas strategi pembangunan perkotaan yang adaptif terhadap dampak perubahan iklim.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas daerah. Munafri menekankan bahwa Pemkot Makassar akan terus mendorong program-program yang memperkuat ketahanan kota, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.