MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran Pemkot Makassar memperkuat tiga pilar pembangunan keluarga sebagai kunci memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Tiga pilar itu meliputi kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ia menyebut transformasi kualitas SDM tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari dalam rahim ibu dan pola pengasuhan di lingkungan keluarga.
Peran Ayah: Jangan Hadir Fisik tapi Absen Psikologis
Munafri memberi perhatian khusus pada fenomena fatherless yang dinilai masih marak di masyarakat. Menurutnya, kehadiran ayah harus diwujudkan tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui kedekatan emosional dengan anak.
“Jangan biarkan anak-anak tumbuh dalam fenomena fatherless, di mana ayah hadir secara fisik tetapi absen secara psikologis,” ujarnya di hadapan peserta apel.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan gawai di lingkungan keluarga dapat dikendalikan. “Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar. Peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dan batasi screen time pada hal-hal yang produktif,” pesannya.
Gizi 1.000 Hari Pertama dan Benteng Sosial
Dalam amanatnya, Appi menekankan pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencegah stunting. Ia juga menyoroti penguatan pendidikan karakter di rumah serta penciptaan lingkungan keluarga yang sehat secara emosional.
Menurutnya, lemahnya fungsi keluarga turut memicu berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran pelajar, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. “Jadikan rumah sebagai tempat paling aman dan paling dirindukan, sehingga ke mana pun anak melangkah, kehangatan keluarga selalu menarik mereka kembali ke jalan yang benar,” tuturnya.
Refleksi Nasional Bukan Sekadar Seremonial
Munafri menegaskan bahwa peringatan Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat peran keluarga sebagai tempat lahirnya generasi penerus bangsa. “Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi pemenang,” ujarnya.
Ia menutup amanatnya dengan ajakan agar seluruh masyarakat menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa. Menurutnya, kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur tidak akan bermakna tanpa SDM yang bermoral, sehat, dan bermental tangguh. “Mari kita bangun keluarga Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar siap memetik bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.