TAKALAR — Bupati Takalar, Dg Manye, secara simbolis melepas 1.000 ekor burung di Pulau Sanrobengi, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal program konservasi yang menyasar pemulihan populasi satwa di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah tersebut.
Empat Jenis Burung Dilepas pada Tahap Perdana
Jenis burung yang dilepaskan pada tahap awal meliputi Jalak, Caroco, Parkit, dan Pipit. Pemerintah daerah merencanakan penambahan jenis burung lain pada tahap-tahap berikutnya untuk memperkaya ekosistem alami Pulau Sanrobengi.
Target keseluruhan program ini mencapai 10.000 ekor burung yang akan dilepas secara bertahap. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHP) Takalar menyebut pelepasan bertahap dilakukan agar burung dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Bukan Sekadar Seremonial, Ada Target Ekonomi dan Ekologi
Bupati Dg Manye menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni. “Pelepasan burung ini merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama untuk menjaga keseimbangan alam. Pulau Sanrobengi memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi sekaligus daya tarik wisata alam,” ujarnya.
Menurut bupati, pelestarian populasi burung dan ekosistemnya membuka peluang pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat Takalar. Kawasan ini dinilai strategis karena berada di jalur pesisir yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Pemantauan dan Edukasi Warga Jadi Kunci Keberhasilan
Plt Kepala DLHP Takalar menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan burung yang dilepas. “Kami akan mengedukasi masyarakat agar turut menjaga dan tidak menangkap atau mengganggu satwa yang telah dilepaskan ini,” jelasnya kepada awak media.
Kegiatan ini diharapkan mendukung terjaganya rantai makanan alami, kebersihan lingkungan, serta meningkatkan nilai ekologis dan ekowisata Pulau Sanrobengi ke depannya. Bupati didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Plt Kepala DLHP, serta sejumlah camat dan kepala desa setempat dalam pelepasan tersebut.