SULAWESI SELATAN — Apple kembali memastikan peta jalan prosesor untuk iPhone flagship dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan laporan Bloomberg, raksasa teknologi asal Cupertino itu akan menggunakan chip A22 Pro buatan TSMC dengan fabrikasi 1.4nm pada model iPhone premium yang dirilis tahun 2028.
Lompatan dari 3nm ke 1.4nm
Saat ini, lini iPhone 17 yang baru dirilis masih menggunakan chip A19 dan A19 Pro dengan proses N3P 3nm generasi ketiga. Langkah besar pertama baru akan terjadi pada September 2026, ketika iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat perdana menggunakan chip 2nm.
Proses 2nm akan bertahan selama dua generasi. Apple baru akan meningkatkan sebagian chip ke fabrikasi 1.4nm pada 2028. Chip A22 Pro untuk iPhone premium akan menjadi yang pertama merasakan teknologi ini.
TSMC dan Intel Berbagi Pekerjaan
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) tetap menjadi pemasok utama untuk chip A22 Pro. Node A14 buatan TSMC diklaim mampu memberikan peningkatan performa hingga 15 persen dibandingkan chip N2 2nm. Alternatif lain, chip ini bisa menawarkan efisiensi daya 30 persen lebih baik pada level performa yang sama.
Namun, Apple juga dilaporkan sedang mempertimbangkan Intel sebagai pemasok kedua. Sebelum beralih ke chip buatan sendiri, Apple sempat menggunakan prosesor Intel di jajaran Mac. Kini, Intel akan memproduksi chip berbasis arsitektur Arm dengan desain milik Apple.
Intel sendiri tengah mengembangkan node 14A untuk fabrikasi 1.4nm yang ditargetkan mulai produksi pada 2028. CEO Intel Lip-Bu Tan disebut ingin merevitalisasi bisnis manufaktur chip perusahaan dengan fokus pada proses node yang lebih canggih. Rumor awal menyebutkan Intel akan memproduksi chip non-Pro untuk iPhone pada 2028.
Masalah Pasokan Chip Makin Kritis
Setiap penurunan ukuran fabrikasi selalu diikuti kenaikan biaya produksi dan terbatasnya kapasitas pabrik. Masalah ini diperparah oleh permintaan besar dari produsen server AI seperti NVIDIA yang juga mengincar chip TSMC paling canggih.
Dampaknya sudah terasa. Dalam panggilan pendapatan terakhir Apple, CEO Tim Cook mengakui bahwa pasokan iPhone 17 sempat terhambat karena Apple tidak bisa mendapatkan cukup chip A19 dan A19 Pro dari TSMC. Situasi ini mendorong Apple untuk serius mencari pemasok alternatif.
Dampak bagi Pengguna Indonesia
Meski jadwal masih tiga tahun lagi, pergerakan Apple ini penting dicermati. Diversifikasi pemasok ke Intel berpotensi mempercepat ketersediaan chip dan menekan harga jual di pasar global, termasuk Indonesia.
Bagi pengguna yang tidak mengejar teknologi paling mutakhir, chip 2nm pada iPhone 18 (2026) atau iPhone 19 (2027) sudah menawarkan lompatan performa dan efisiensi yang signifikan dibandingkan chip 3nm saat ini. Keputusan menunggu hingga 2028 hanya relevan bagi pengguna yang menginginkan yang terbaik dari yang terbaik.