SULAWESI SELATAN — Computex 2026 di Taipei baru saja usai, dan satu hal yang mendominasi panggung adalah kecerdasan buatan (AI). Di antara deretan perangkat yang dipamerkan, HP menjadi salah satu yang paling menonjol dengan memperkenalkan ZGX Fury GB300, sebuah workstation AI yang mengusung superchip Nvidia GB300 Grace Blackwell Ultra Desktop Superchip.
Spesifikasi Utama: Memori 784 GB dan Performa 20 Petaflops
HP ZGX Fury GB300 ditenagai oleh Nvidia GB300, prosesor yang sama dengan yang digunakan di superkomputer DGX Station Nvidia. Perangkat ini memiliki memori koheren hingga 784 GB, memungkinkan inferensi model AI dengan kapasitas hingga 1 triliun parameter secara lokal.
Untuk urusan komputasi, HP mengklaim perangkat ini sanggup mencapai 20 petaflops FP4. Angka ini setara dengan performa pusat data skala kecil yang kini bisa diletakkan di meja kerja.
Fitur Unggulan: Inferensi Model Raksasa Tanpa Cloud
Keunggulan utama ZGX Fury GB300 terletak pada kemampuannya menjalankan model AI besar secara offline. Sebelumnya, tugas seperti melatih atau menjalankan model dengan triliunan parameter hanya bisa dilakukan di server kelas data center.
Dengan perangkat ini, perusahaan bisa melakukan fine-tuning model multi-miliar parameter tanpa harus mengirim data ke cloud. Ini penting bagi sektor seperti perbankan, kesehatan, atau pemerintahan yang memiliki regulasi ketat soal data.
“Lebih dari 70 persen PC enterprise menjalankan Windows, dan pelanggan kami meminta kekuatan superkomputer AI yang bisa terintegrasi mulus ke lingkungan yang sudah ada,” ujar Jim Nottingham, SVP dan Division President Advanced Compute and Solutions HP Inc., dalam pernyataan resmi.
Harga & Ketersediaan: Banderol Mulai Rp 1,5 Miliar
HP belum mengumumkan harga resmi untuk ZGX Fury GB300. Namun, mengingat perangkat ini berbasis pada Nvidia DGX Station yang banderolnya berkisar antara USD 94.000 hingga USD 200.000 (sekitar Rp 1,55 miliar hingga Rp 3,3 miliar), ZGX Fury GB300 diprediksi berada di rentang harga yang sama.
Perangkat ini dijadwalkan rilis pada Q4 2026, bersamaan dengan peluncuran DGX Station dari Nvidia. HP juga akan bermitra dengan Dell, MSI, ASUS, dan Supermicro untuk menghadirkan solusi serupa ke pasar.
Posisi Dibanding Kompetitor: Bukan untuk Konsumen Biasa
ZGX Fury GB300 bukanlah perangkat untuk pengguna rumahan. Perangkat ini bersaing langsung dengan Dell Pro Max GB300 dan workstation AI lain yang juga mengusung arsitektur Nvidia GB300. Target pasarnya jelas: perusahaan yang butuh komputasi AI skala besar di tempat.
Dibandingkan dengan DGX Spark yang lebih terjangkau, ZGX Fury GB300 menawarkan memori dan performa yang jauh lebih besar. Namun, konsekuensinya, harganya juga melonjak drastis.
Dengan spesifikasi yang mendekati superkomputer kelas data center, ZGX Fury GB300 adalah pilihan ideal bagi perusahaan yang butuh infrastruktur AI mandiri. Tapi siapkan anggaran khusus, karena perangkat ini jelas bukan untuk kantong pribadi.