MAKASSAR — Panggung AMI Awards ke-29 mengusung tema "Ruang Nada Nusantara" dan menyiapkan 67 kategori penghargaan. Konferensi pers di Makassar menjadi salah satu titik sosialisasi ajang itu ke kawasan timur Indonesia, yang selama ini lebih sering diwakili Jakarta dan Jawa.
Hadir mendampingi Candra Darusman: Wamen Kebudayaan Giring Ganesha, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan. Kehadiran Menteri Fadli Zon di forum itu menandai dukungan pemerintah terhadap ajang yang berjalan sejak 1997.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyamakan AMI Awards dengan Grammy Awards versi Indonesia. Ia menilai ajang itu sudah menjadi barometer industri musik nasional selama hampir tiga dekade.
Fadli menegaskan komitmen pemerintah menjaga keberagaman musik yang berakar dari 1.340 suku di Nusantara. Menurutnya, kekayaan itu yang membuat musik lokal tetap dominan di pasar sendiri.
"Data statistik menunjukkan 80 persen tangga lagu teratas di Indonesia didominasi musik lokal. Kita sudah sukses menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tantangan berikutnya adalah bagaimana musik Indonesia bisa diekspor dan dinikmati di panggung internasional, seperti fenomena Hallyu K-Pop dari Korea Selatan," tegas Fadli Zon.
AMI Awards 2026 menambah Kategori Pesta Timur (TimurNesia). Kategori baru itu lahir dari populernya lagu-lagu Indonesia Timur di tangga lagu nasional, bukan dari permintaan segelintir pihak saja.
Bagi musisi Sulawesi Selatan, tambahan kategori ini membuka jalur apresiasi yang lebih spesifik. Genre daerah kini punya ruang sendiri, tidak lagi dipaksa bersaing di kategori pop umum.
Candra Darusman menggarisbawahi keterbukaan AMI terhadap inovasi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam industri kreatif. Ia juga mengajak seniman dari Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia mendaftarkan karya terbaik mereka.
Kementerian Kebudayaan menyalurkan dukungan lewat Dana Indonesiana (Dana Abadi Kebudayaan) yang telah ditingkatkan hingga Rp 5 triliun. Angka itu menjadi salah satu sumber pembiayaan terbesar untuk sektor kebudayaan dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah juga menyiapkan program Manajemen Talenta Nasional (MTN) sektor musik. Cakupannya meliputi talent scouting, capacity building, hingga fasilitasi apresiasi internasional bagi musisi terpilih.
Skema itu menjawab keluhan lama soal minimnya jalur pembinaan setelah musisi menang penghargaan. Bantuan tidak berhenti di panggung, tapi berlanjut ke pendampingan karier.
Candra menempatkan musik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan komoditas yang berdiri sendiri. Ia menyebut peran musik berlangsung dari pagi sampai malam.
"Musik menggairahkan hidup kita dari pagi sampai kita tidur kembali. Setiap era memiliki karakternya masing-masing dan itu harus kita syukuri sebagai kekayaan bangsa," ujarnya.
"AMI Awards memungkinkan kita semua memberikan apresiasi kepada musisi-musisi Indonesia yang membuat hari-hari kita berseri. Begitu besar peran musisi Indonesia dalam menghibur dan mendorong kemajuan kita semua," tutur Candra.
Seniman Makassar yang ingin ikut harus mendaftarkan karya yang dirilis tahun 2026. Malam puncak 4 November di Ciputra Artpreneur Jakarta Selatan menjadi tenggat akhir perjalanan karya-karya yang lolos seleksi.