Harga Solar Nonsubsidi Masih di Atas Rp 20 Ribu, Mobil Diesel Bekas Tetap Diburu

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 10:10:01 WIB
Pedagang menilai minat konsumen terhadap mobil diesel bekas tetap terjaga meski harga solar nonsubsidi bertahan di atas Rp 20 ribu per liter.

SULAWESI SELATAN — Peminat mobil diesel bekas di pasar otomotif Indonesia belum surut meski harga solar nonsubsidi bertahan di atas Rp 20 ribu per liter. Kalangan pedagang menilai kenaikan BBM hanya satu dari sejumlah pertimbangan konsumen, di samping karakter torsi mesin dan kebutuhan pemakaian harian.

Harga Dexlite saat ini dipasarkan Rp 23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex Rp 25.200 per liter. Beberapa bulan sebelumnya, harga solar nonsubsidi bahkan sempat menembus Rp 30 ribu per liter. Kondisi itu tak serta-merta mengosongkan bursa mobil diesel bekas.

Wakil Ketua Ikatan Pedagang Mobil Jakarta (IPMJ) sekaligus pemilik Garasi 91, Ferdian Kusuma Putra, menyebut segmen diesel bekas punya pelanggan setia. Keputusan pembelian kendaraan, menurutnya, tidak ditentukan tunggal oleh harga BBM.

Karakter Torsi Jadi Daya Tarik Utama

Mesin diesel dikenal punya torsi besar pada putaran rendah. Karakter itu yang membuat kendaraan jenis ini masih dilirik untuk perjalanan jarak jauh, aktivitas usaha, hingga medan jalan yang menuntut tenaga ekstra.

"Mobil diesel bekas masih punya pasar tersendiri. Ada konsumen yang memang sudah cocok dengan karakter mesin diesel, baik dari sisi tenaga, torsi, maupun penggunaannya untuk kebutuhan tertentu," ujar Ferdian dalam siaran persnya, Senin (26/10/2026).

Ferdian menambahkan, konsumen diesel biasanya sudah memahami konsekuensi biaya operasional. Mereka menghitung ulang anggaran bahan bakar, bukan langsung berpindah ke mesin bensin.

Pembeli Kini Lebih Cermat Menghitung Biaya Kepemilikan

Profil pembeli mobil bekas beragam. Sebagian mengejar efisiensi biaya, sebagian lain mengutamakan kebutuhan fungsional, kondisi unit, dan preferensi terhadap jenis mesin tertentu.

Menurut Ferdian, pedagang dituntut menjelaskan kondisi unit, riwayat perawatan, harga kendaraan, dan biaya pemakaian secara transparan. Konsumen sekarang semakin cermat membandingkan angka sebelum transaksi.

"Kenaikan BBM bisa mengubah cara orang menghitung biaya kepemilikan, tetapi tidak otomatis menghapus minat terhadap mobil diesel. Selama ada kebutuhan dan konsumen yang menyukai karakter kendaraan ini, segmennya akan tetap memiliki tempat di pasar," kata Ferdian.

Pengalaman Pemakai Jadi Pertimbangan Sendiri

Kaelani, 50 tahun, mengaku tetap memilih kendaraan diesel karena sudah terbiasa dengan respons mesinnya. Harga BBM tetap masuk hitungan, tapi bukan alasan utama berpindah.

"Saya memang suka mobil diesel. Tarikannya terasa cocok untuk kebutuhan saya, dan saya sudah terbiasa menggunakannya. Harga BBM tentu tetap saya perhitungkan, tetapi selama mobilnya sesuai kebutuhan dan biaya pemakaiannya masih masuk anggaran, saya tetap memilih diesel," ujarnya.

Yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Diesel Bekas

Calon pembeli disarankan menghitung konsumsi BBM sesuai pola pemakaian sehari-hari. Jangan hanya berpatokan pada klaim angka pabrikan yang diukur dalam kondisi ideal.

  • Periksa kondisi mesin, turbo, dan sistem injeksi bahan bakar
  • Minta riwayat perawatan lengkap, termasuk penggantian oli dan filter
  • Hitung estimasi pajak tahunan dan biaya servis berkala
  • Sesuaikan pilihan bodi dan kapasitas mesin dengan kebutuhan harian

Pasar mobil bekas bergerak mengikuti kebutuhan konsumen. Selama ada pemakai yang cocok dengan karakter diesel, segmen ini punya tempatnya sendiri, terlepas dari fluktuasi harga solar di SPBU.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top