MAKASSAR — Prakiraan cuaca BBMKG Wilayah IV yang diterbitkan pukul 06.30 Wita menyebut kondisi Sulsel didominasi cerah berawan hingga berawan. Meski begitu, hujan ringan tetap berpeluang terjadi di sejumlah wilayah mulai pagi hingga dini hari.
Pada pagi hari, hujan ringan berpotensi turun di sebagian Enrekang, Luwu, dan Luwu Utara. Siang hingga sore menjadi periode paling luas cakupan hujannya.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diprakirakan terjadi di Barru, Bone, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Luwu, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Malam hari, cuaca masih berawan dengan hujan ringan berpeluang mengguyur sebagian Gowa, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, dan Sidrap. Potensi hujan berlanjut hingga dini hari di Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Pinrang, dan Wajo.
BMKG mengimbau warga mewaspadai angin kencang di Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Luwu. Warga di wilayah tersebut diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi angin menguat.
Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi cuaca selama perjalanan. Angin di Sulsel bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan 3–26 kilometer per jam.
Peringatan dini udara panas dikeluarkan untuk Bantaeng, Barru, Bone, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Suhu udara hari ini diprakirakan berkisar 21 hingga 36 derajat Celsius dengan kelembapan 62–100 persen. Warga yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari, sebaiknya menjaga kondisi tubuh dan mencukupi kebutuhan cairan.
Konsentrasi PM2.5 di Sulsel tercatat berada pada kisaran 55,5–88,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka itu masuk kategori tidak sehat.
PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan perlu membatasi paparan polusi apabila diperlukan.
BMKG mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca dan informasi peringatan dini melalui kanal resmi. Prakiraan cuaca dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer di masing-masing wilayah.