MAKASSAR — Koordinator Presidium KAHMI Sulsel Fadriaty menyebut anggaran pembangunan Graha Hijau Hitam mengacu pada rencana anggaran biaya (RAB) yang sudah disusun panitia. Nominal Rp23 miliar itu disebutnya sebagai patokan awal yang akan diwujudkan bersama seluruh pihak terkait.
"Bangunan yang ada di belakang kita ini kalau tidak salah RAB-nya Rp23 miliar. Kita berharap bisa mewujudkan bersama-sama," tutur Fadriaty dalam acara peluncuran.
Fadriaty yang juga Anggota DPRD Sulsel menegaskan, pembangunan graha tidak berjalan sendiri. Dukungan mengalir dari sejumlah tokoh KAHMI, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla disebut sangat merespons rencana pembangunan Graha Hijau Hitam. Fadriaty mengungkapkan, JK sempat menyampaikan keinginan hadir langsung dalam acara peluncuran.
"Pak JK sangat merespons kegiatan ini. Pak JK seandainya tidak di Amerika, beliau mau hadir. Itu WA beliau kepada sekretaris panitia," ujarnya.
Menurut Fadriaty, sokongan tokoh-tokoh KAHMI menjadi modal penting agar proyek senilai Rp23 miliar itu tidak berhenti di tahap peluncuran. Panitia, katanya, akan menindaklanjuti dengan tahapan pembangunan di lahan yang sudah tersedia.
Lahan tempat Graha Hijau Hitam berdiri merupakan hibah dari tokoh KAHMI. Statusnya kini sudah tercatat sebagai hak milik Pengurus Besar HMI, sehingga pembangunan bisa langsung dijalankan tanpa sengketa kepemilikan.
Untuk desain arsitektur, KAHMI dan Badko HMI Sulsel mempercayakannya kepada mahasiswa Universitas Hasanuddin yang juga kader HMI Cabang Makassar Timur. Keterlibatan kader muda itu disebut sebagai bagian dari semangat pengkaderan yang ingin dihidupkan lewat graha.
Graha Hijau Hitam dirancang dilengkapi sejumlah fasilitas pertemuan dan sarana pengkaderan HMI. Fasilitas itu dinilai penting mengingat kegiatan kader selama ini menumpang di berbagai tempat.
Peluncuran Graha Hijau Hitam dirangkai dengan peringatan milad KAHMI di MaxOne Makassar. Sekjen KAHMI Syamsul Qomar turut hadir dalam kegiatan yang diikuti sejumlah pengurus dan kader HMI Sulsel.
Pembangunan Graha Hijau Hitam menjadi proyek pertama yang diumumkan KAHMI Sulsel dengan nilai anggaran sebesar itu. Panitia belum merinci jadwal groundbreaking maupun target waktu penyelesaian konstruksi.
Fadriaty memastikan, KAHMI dan Badko HMI Sulsel akan bergerak bersama untuk merealisasikan pembangunan. "Kita berharap bisa mewujudkan bersama-sama," ucapnya.