MAKASSAR — Wisuda yang bertepatan dengan 14 Jumadil Awal 1448 Hijriah itu menandai selesainya tahapan pendidikan Al-Qur'an para santri di seluruh jajaran Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (LPPTKA) BKPRMI Makassar. Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Makassar Muh. Khaerul menyebut keberhasilan santri merupakan hasil kerja sama pengelola TPA, guru, dan dukungan orang tua.
Khaerul menegaskan wisuda bukan akhir dari proses pembelajaran Al-Qur'an. Para santri diminta terus mempelajari sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
"Pembelajaran Al-Qur'an tidak berhenti di sini. Ini bukan garis akhir, melainkan awal perjalanan yang lebih besar. Mari kita berkomitmen menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita," ujar Khaerul dalam keterangan tertulis.
Ia berharap santri tidak hanya lancar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mampu mengamalkan ajarannya dan menjadi kebanggaan keluarga.
BKPRMI Makassar berkomitmen terus menyempurnakan kurikulum pembelajaran di seluruh jajaran LPPTKA. Langkah itu ditempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
Rangkaian Tasyakuran Wisuda Santri Angkatan XXIX ditutup dengan doa, foto bersama, serta pemberian penghargaan kepada santri berprestasi dan guru berdedikasi.
Puncak perayaan wisuda tingkat Kota Makassar direncanakan berlangsung sekitar 20 November 2026 di Masjid Raya Makassar. Pemerintah Kota Makassar diharapkan turut mendukung kegiatan tersebut.
Kepastian pelaksanaan dan keterlibatan pemerintah daerah masih menunggu konfirmasi resmi. Melalui semangat #KembaliKeMasjid, BKPRMI Makassar berharap pendidikan Al-Qur'an semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda.