Gubernur Andi Sudirman Buka Seminar Agama-Agama ke-40 di Makassar, Tekankan Demokrasi Inklusif dan Kelestarian Lingkungan

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:33:01 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman membuka Seminar Agama-Agama ke-40 yang digelar PGIW Sulselbar di Makassar.

MAKASSAR — Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan hal tersebut saat membuka forum dialog lintas agama yang rutin digelar Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Sulawesi Selatan dan Barat. Dalam forum itu, ia menempatkan demokrasi terbuka dan berkeadilan sebagai prasyarat utama pembangunan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.

Menurut Gubernur, demokrasi tidak cukup berhenti pada prosedur pemilu. Keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, keterbukaan informasi, serta kebijakan publik yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi syarat yang harus dipenuhi pemerintah daerah.

Kerukunan di Tengah Perbedaan Jadi Pesan Utama

Andi Sudirman menegaskan bahwa masyarakat Sulsel sudah lama dituntut memelihara kerukunan meski berbeda latar belakang. Perbedaan itu, katanya, tetap berada dalam bingkai kebinekaan di bawah NKRI.

"Sejak dulu kita dituntut untuk bagaimana memelihara kerukunan, meskipun berbeda tapi tetap satu kebinekaan di bawah NKRI," ujarnya pada Seminar Agama-Agama (SAA) ke-40 yang digelar oleh PGIW Sulselbar.

Pesan itu ia sampaikan di hadapan peserta seminar yang terdiri dari tokoh lintas agama. Forum tahunan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai pandangan keagamaan di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat.

Pembangunan Diminta Tidak Mengorbankan Generasi Mendatang

Gubernur menyoroti pentingnya pembagian manfaat pembangunan secara adil. Lingkungan, menurutnya, harus tetap terjaga agar generasi mendatang punya kesempatan sama menikmati kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah daerah, lanjut Andi Sudirman, bertanggung jawab memastikan setiap proyek pembangunan berjalan sesuai ketentuan. Fokusnya ada pada kepentingan masyarakat serta keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian alam.

Pernyataan itu sejalan dengan posisi Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan tekanan pembangunan cukup tinggi, mulai dari infrastruktur hingga ekspansi sektor pertambangan dan perkebunan. Persoalan lingkungan kerap muncul di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan dan daerah aliran sungai.

Tokoh Agama Diminta Bangun Kesadaran Menjaga Alam

Andi Sudirman menempatkan lembaga dan tokoh agama sebagai pihak yang strategis dalam membangun kesadaran warga. Peran mereka dinilai penting untuk mengampanyekan pentingnya menjaga alam sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.

Gubernur berharap seminar tersebut menghasilkan gagasan yang bisa diterapkan langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar berhenti sebagai rekomendasi di atas kertas.

"Kami berharap melalui seminar ini menjadi ruang dialog terbuka untuk mempertemukan berbagai pandangan, membahas persoalan secara jernih, dan menghasilkan gagasan konstruktif yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat," katanya menutup.

Seminar Agama-Agama ke-40 PGIW Sulselbar menjadi salah satu forum lintas iman yang rutin digelar di Makassar. Forum ini mempertemukan perwakilan gereja, tokoh agama lain, serta akademisi untuk membahas isu-isu sosial yang berkembang di daerah.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: news.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top