MAKASSAR — Pelatihan bantuan hidup dasar menyasar masyarakat umum, bukan hanya tenaga kesehatan. Ketua panitia dr. Rusmin B. Syukur, Sp.An-TI, Subsp.An.Ped(K), menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk kegiatan sosial PERDATIN Sulsel dalam peringatan World Anaesthesia Day.
Menurut Rusmin, pengetahuan dasar pertolongan pertama penting dimiliki warga karena kondisi gawat darurat bisa terjadi kapan saja di lingkungan terdekat.
Rusmin menjelaskan pelatihan menyasar masyarakat umum agar mereka tahu langkah awal saat menghadapi situasi darurat, terutama ketika anggota keluarga mengalami henti jantung.
"Bantuan hidup dasar ini sebenarnya kami peruntukkan bagi masyarakat umum. Tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan jika dalam kehidupan sehari-hari terjadi kegawatdaruratan, terutama ketika keluarga terdekat mengalami henti jantung," ujarnya.
Pelatihan digelar di kawasan Car Free Day Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu (18/10/2026). Kegiatan berlangsung pukul 06.30 hingga 09.00 WITA.
PERDATIN Sulsel memakai momentum peringatan ini untuk memperkenalkan profesi dokter anestesi kepada masyarakat. Selama ini profesi tersebut kerap dipahami sebatas tindakan pembiusan atau membuat pasien tertidur sebelum prosedur medis.
Padahal, kata Rusmin, peran dokter anestesi juga mencakup pemantauan kondisi pasien, penanganan kegawatdaruratan, serta upaya mempertahankan fungsi vital tubuh.
"Kegiatan ini murni edukasi dalam rangka memperingati World Anaesthesia Day. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa ada profesi dokter anestesi di tengah-tengah kita. Profesi ini bukan hanya sekadar membius atau menidurkan pasien, tetapi juga berperan menjaga berlangsungnya suatu kehidupan," jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah staf Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, dokter anestesi dari berbagai rumah sakit di Kota Makassar, serta tenaga medis dari sejumlah daerah, termasuk Sengkang dan Takalar.
"Alhamdulillah, tadi ada beberapa staf dari Rumah Sakit Wahidin yang hadir. Kemudian ada dokter anestesi se-Kota Makassar dan beberapa teman dari daerah, seperti Sengkang, Takalar, dan lainnya," tutur Rusmin.
Melalui edukasi ini, PERDATIN Sulsel berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya bantuan hidup dasar meningkat. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu warga mengenali kondisi darurat dan memberikan pertolongan awal yang tepat sembari menunggu bantuan tenaga medis.