SULAWESI SELATAN — Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengecam keras penyerangan bus rombongan Persib U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Insiden yang diduga dilakukan suporter Persija itu membuat STY meminta pelaku dihukum seberat-beratnya agar jadi efek jera.
Penyerangan terjadi saat bus yang membawa rombongan EPA Persib U-18 berhenti di rest area dalam perjalanan pulang. Kejadian ini langsung memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk dari kubu Persija Jakarta sendiri.
Shin Tae-yong tidak tinggal diam. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa aksi kekerasan dalam bentuk apa pun tidak punya tempat di sepak bola Indonesia.
STY menyatakan penyerangan terhadap bus Persib U-18 merupakan tindakan yang tidak boleh terjadi lagi. Ia mendesak agar pelaku diproses hukum secara maksimal.
"Tak boleh terjadi lagi," tegas STY terkait insiden tersebut.
Menurutnya, hukuman berat bagi pelaku menjadi pembelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Pesan itu disampaikan STY di tengah kesibukannya mempersiapkan Persija Jakarta menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Bus rombongan Persib U-18 (EPA Persib) diserang di Rest Area KM 360 Tol Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10) malam. Rombongan tengah dalam perjalanan ketika insiden terjadi.
Polisi bergerak cepat menangkap pelaku penyerangan. Pihak kepolisian mengungkap detik-detik penangkapan penyerang bus Persib yang diduga suporter Persija.
Kejadian ini menambah daftar panjang masalah kekerasan suporter di sepak bola nasional. Aksi penyerangan terhadap rombongan tim muda menjadi perhatian serius karena melibatkan pemain usia pembinaan.
Persija Jakarta sendiri sedang dalam momentum positif. Tim asuhan STY baru saja meraih kemenangan telak 4-0 atas PSIM di kompetisi domestik, dengan Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata turut menyumbang kontribusi.
Meski insiden ini mencuat, STY tetap harus menjaga fokus timnya. Persija sedang membidik konsistensi performa setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 bersama timnas Indonesia.
Beberapa pemain timnas yang memperkuat Persija langsung kembali berlatih setelah euforia juara. STY meminta mereka melupakan euforia dan fokus menghadapi jadwal berikutnya.
Namun sikap tegas STY soal penyerangan bus Persib U-18 menunjukkan bahwa rivalitas di lapangan tidak boleh berujung pada kekerasan di luar lapangan. Sepak bola Indonesia kembali diuji soal kedewasaan suporter.