Sekda Makassar Soroti 4 SKPD Serapan Anggaran Rendah, Minta Bedah Rumah Rampung November

Penulis: Endra Sanjaya  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:31:32 WIB
Rapat evaluasi APBD Triwulan III 2026 dipimpin Sekda Makassar Andi Zulkifly bersama TAPD.

MAKASSAR — Evaluasi APBD Triwulan III 2026 memusatkan perhatian pada empat SKPD dengan kinerja realisasi anggaran terendah. Rapat dipimpin Andi Zulkifly bersama TAPD yang melibatkan Bappeda, BPKAD, Inspektorat, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, serta sejumlah SKPD terkait.

Andi menegaskan evaluasi harus difokuskan pada identifikasi hambatan agar realisasi belanja dan pendapatan daerah dapat dipercepat. Pemkot Makassar menargetkan realisasi belanja melampaui 90 persen.

"Kita harus mempertajam analisis terhadap SKPD yang perkembangannya agak lambat dalam merealisasikan belanja dan pendapatan. Target kita, realisasi belanja harus berada di atas 90 persen," tegasnya.

Disperkim Kelola Rp63,8 Miliar, Bedah Rumah Jadi Prioritas

Salah satu SKPD yang menjadi perhatian ialah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Makassar. Dinas tersebut mengelola anggaran sekitar Rp63,8 miliar, termasuk sekitar Rp20 miliar untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni atau bedah rumah.

Disperkim juga memperoleh tambahan dana insentif prestasi sebesar Rp4 miliar. Karena itu, Andi meminta program bedah rumah segera direalisasikan agar progresnya terlihat signifikan sebelum memasuki akhir tahun.

"Poin utamanya ada di program bedah rumah ini. Saya minta segera direalisasikan. Waktunya memang sampai Desember, tetapi saya minta perkembangan signifikan sudah terlihat pada November mendatang," ujarnya.

Antisipasi Perubahan Regulasi Pengadaan LKPP

Selain menyoroti serapan anggaran, Andi meminta seluruh SKPD mengantisipasi perubahan regulasi pengadaan barang dan jasa yang diterbitkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Menurutnya, perubahan aturan tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelaksanaan program. SKPD diminta membentuk tim kecil yang memahami regulasi pengadaan agar proses pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai ketentuan.

"Jangan sampai perubahan aturan menjadi alasan keterlambatan. SKPD harus membentuk tim kecil yang paham aturan pengadaan barang dan jasa. Kami di TAPD bersama Bappeda, BPKAD, dan Bagian PBJ akan terus melakukan pendampingan dan monitoring setiap bulan hingga akhir tahun," katanya.

APBD Perubahan 2026 Jadi Kunci Pengejaran Target

Melalui penataan program dan kegiatan dalam APBD Perubahan 2026, Pemkot Makassar optimistis realisasi anggaran dapat ditingkatkan secara akuntabel dan tepat sasaran. Seluruh SKPD pun didorong mempercepat pelaksanaan program agar target realisasi belanja di atas 90 persen dapat tercapai.

Empat SKPD yang masuk sorotan belum diumumkan secara rinci dalam rapat tersebut. Pendampingan dan monitoring bulanan akan menjadi alat utama TAPD memastikan setiap perangkat daerah mengejar ketertinggalan sebelum tutup tahun anggaran.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: menitindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top