SULAWESI SELATAN — Pemerintah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 sebesar Rp900.000 per pekerja kepada 13,3 juta penerima di seluruh Indonesia. Dana dicairkan sekaligus untuk periode Oktober–Desember 2026, dengan nilai Rp300.000 per bulan. Pengecekan status penerima dilakukan melalui portal resmi Kemnaker di bsu.kemnaker.go.id begitu layanan dibuka.
Bantuan Subsidi Upah 2026 masuk dalam paket stimulus ekonomi kuartal IV yang disiapkan Kementerian Ketenagakerjaan. Total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp12 triliun, menyasar pekerja berpenghasilan rendah di berbagai sektor.
Hingga awal Oktober 2026, laman bsu.kemnaker.go.id masih menampilkan informasi program BSU tahun sebelumnya. Artinya, hasil pengecekan untuk periode 2026 belum bisa diakses meski pengumuman program sudah beredar.
Pemerintah belum merilis aturan resmi soal syarat penerima BSU 2026. Sebagai gambaran awal, kriteria tahun sebelumnya bisa jadi acuan sementara bagi pekerja yang ingin mempersiapkan diri.
Kriteria tersebut mencakup Warga Negara Indonesia pemegang NIK KTP, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan kategori Pekerja Penerima Upah (PU), dan bergaji maksimal Rp3.500.000 per bulan. Pekerja yang sudah menerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan sosial reguler lain diprioritaskan untuk tidak masuk daftar.
ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri juga tidak termasuk sasaran program ini. Pastikan data kependudukan kalian sudah sinkron dengan catatan BPJS Ketenagakerjaan sebelum melakukan pengecekan.
Pengecekan dilakukan mandiri lewat browser di ponsel atau komputer. Siapkan NIK KTP 16 digit karena data itu jadi kunci utama pencarian status.
Sistem akan menampilkan apakah NIK kalian terdaftar sebagai penerima BSU 2026 atau tidak. Selain portal Kemnaker, status bisa dipantau lewat aplikasi BPJS Ketenagakerjaan atau ditanyakan langsung ke tim HRD di tempat kerja.
Kemnaker juga menyalurkan informasi resmi melalui SMS, email terdaftar, dan kanal media sosial resmi. Waspadai tautan palsu yang mengatasnamakan BSU 2026, terutama yang meminta data pribadi atau biaya administrasi.
Dana Rp900.000 yang cair sekaligus memberi tambahan likuiditas bagi pekerja berpenghasilan rendah menjelang akhir tahun. Pemerintah menargetkan program ini menjaga konsumsi rumah tangga di tengah tekanan ekonomi kuartal IV.
Selain BSU, sejumlah stimulus pendukung disiapkan seperti bantuan pangan beras dan pembukaan rekening baru bagi warga yang memasuki usia 17 tahun. Kombinasi program ini diarahkan untuk menopang ketahanan ekonomi nasional hingga akhir 2026.
Pekerja yang memenuhi kriteria disarankan memantau laman Kemnaker secara berkala. Begitu layanan pengecekan BSU 2026 dibuka, proses klaim bisa langsung dilakukan tanpa perantara pihak ketiga.